Belajar dari Kisah Wakaf Sumur Utsman Bin Affan

Cerita dari sumur wakaf Utsman yang produktif dan bertahan lebih dari 1.400 tahun berubah menjadi cerita inspiratif bagi lembaga-lembaga wakaf, termasuk Global Wakaf - ACT. Terinspirasi dari Utsman, melalui program Sumur Wakaf, Global Wakaf bergerak membangun sumur-sumur wakaf, baik di Indonesia maupun mancanegara.

Belajar dari Kisah Wakaf Sumur Utsman Bin Affan' photo
Pembangunan Sumur Wakaf Musala Al Kahfi Desa Dukuhwaru, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Mari sejenak kita mengingat kisah Utsman Bin Affan saat membeli sebuah sumur untuk kepentingan umat. Saat itu kala Madinah dilanda kekeringan panjang, air bersih tidak lagi tersedia di kebanyakan sumur di Kota Madinah. Satu-satunya sumber air yang tersisa adalah sebuah sumur milik seorang Yahudi, yakni Sumur Ruumah, yang kini letaknya di samping Masjid Qiblatain.

Sebelum sumur itu dibeli Utsman, umat Islam Madinah berduyun-duyun mengantre membeli air dari sumur tersebut. Utsman pun menawar sumur tersebut dengan harga yang tinggi, namun ia menolak. Utsman pun kembali menawar, akhirnya pemilik sumur menerima tawaran dengan kepemilikan sumur secara bergantian. Sehari milik Utsman dan keseokannya menjadi milik Yahudi, demikianlah kepemilikan berganti setiap hari.

Di kala sumur menjadi milik Utsman, umat Muslim pun mengambil air dan menyimpan cadangan untuk keesokan harinya. Mereka tidak perlu lagi membeli saat sumur itu dalam kepemilikan Yahudi. Lama kelamaan, pemilik sumur itu akhirnya memberikan penuh hak sumur kepada Utsman. Demi kepentingan banyak orang, sumur itu diwakafkan untuk umum.

Kisah dari sumur wakaf Utsman yang produktif dan bertahan lebih dari 1.400 tahun menjadi cerita inspiratif bagi lembaga-lembaga wakaf saat ini, termasuk Global Wakaf - ACT. Terinspirasi dari kisah Utsman, Global Wakaf - ACT pun memasifkan pembangunan sumur bagi saudara yang membutuhkan di berbagai belahan dunia.


Warga Desa Farako, Mali Selatan, mengantre mengambil air di Sumur Wakaf. (ACTNews)

Presiden Global Wakaf - ACT Insan Nurrohman menerangkan, Sumur Wakaf merupakan program pengelolaan dana wakaf dalam bentuk penyediaan fasilitas air bersih dan sanitasi yang mampu menopang kehidupan masyarakat.

Melalui Sumur Wakaf, Global Wakaf - ACT hadir memberikan kemudahan akses air bersih akibat kekeringan, air yang tercemar dan tidak layak konsumsi, sumber mata air yang jauh, dan permasalah lain yang menyebabkan krisis air bersih.

“Mari bersama kita bantu sesama dimulai dari hal yang paling mereka butuhkan, yakni air bersih. Semakin banyak sumur produktif yang kita bangun bersama, semakin banyak dari mereka yang bisa merasakan manfaatnya,” kata Insan.

Sejak 2015 hingga 2020, Global Wakaf - ACT telah membangun ratusan Sumur Wakaf di 26 provinsi di Indonesia. Sumur-sumur tersebut antara lain dimanfaatkan secara umum oleh masyarakat desa, jemaah masjid, sumur keluarga, pondok pesantren, sekolah, dan produktivitas, antara lain pertanian.

Kisah sumur yang dibeli Utsman ini disebutkan dalam sejumlah hadits, antara lain:

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurrahman dan Abbas bin Muhammad Ad Duuri dan yang lainnya, namun maknanya satu, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Sa'id bin 'Amir, Abdullah berkata; telah mengkhabarkan kepada kami Sa'id bin 'Amir dari Yahya bin Abu Al Hajjaj Al Manqari dari Abu Mas'ud Al Jurairi dari Tsumamah bin Hazn Al Qusyairi dia berkata; saya menyaksikan rumah Utsman ketika Utsman menampakkan diri kepada mereka kemudian berkata; datangkanlah kepadaku dua tokoh kalian yang memiliki maksud terhadapku." Tsumamah berkata; "lantas mereka mendatangkan keduanya, dan kedua orang itu seperti dua ekor unta atau dua ekor keledai." Tsumamah melanjutkan; "lalu Utsman menampakkan diri kepada mereka dan berkata; saya bertanya kepada kalian dan bersumpah dengan nama Allah dan Islam, apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang ke Madinah dan tidak ada padanya air segar selain sumur Ruumah (nama sumur di Madinah), kemudian beliau bersabda: "Barang siapa yang membeli sumur Rumah kemudian menjadikan embernya sama dengan ember orang-orang muslim, oleh kebaikannya itu maka ia akan berada dalam Surga." Lalu saya membelinya dari hartaku secara murni, namun sekatang kalian melarangku minum darinya hingga saya minum dari air laut? Mereka mengatakan; "Ya Allah, benar." saya bertanya kepada kalian dan bersumpah dengan nama Allah dan Islam, apakah kalian mengetahui bahwa masjid telah sesak dengan penghuninya kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapakah yang membeli lahan keluarga Fulan kemudian menambahkannya di masjid, dengan kebaikannya itu maka ia masuk Syurga?." Lalu saya membelinya dari hartaku secara murni namun hari ini kalian melarangku untuk melakukan shalat dua rekaat di dalamnya? Mereka mengatakan; ya Allah, benar." Utsman berkata; "Saya bertanya kepada kalian dan bersumpah dengan nama Allah dan Islam, apakah kalian mengetahui bahwa saya telah mempersiapkan pasukan Al 'Usrah (pasukan perang Tabuk) dari hartaku? Mereka berkata; ya Allah, benar. Kemudian Utsman melanjutkan; saya bertanya kepada kalian dan bersumpah dengan nama Allah dan Islam, apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah berada di atas Tsabir Makkah dan bersamanya Abu Bakr, Umar dan saya. Kemudian gunung itu bergerak hingga bebatuannya terjatuh ke bawah, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjejakkan kakinya sambil bersabda: "Diamlah Tsabir, sesungguhnya di atasmu terdapat seorang Nabi, shiddiq, dan dua orang syahid." Mereka menjawab; "Ya Allah, benar." Utsman berkata; Allahu akbar, demi Rabb pemilik Ka'bah mereka telah bersaksi bahwa saya adalah seorang syahid." Dia mengucapkannya hingga tiga kali. Abu Isa mengatakan; "Hadits ini adalah hadits hasan, dan telah diriwayatkan dari beberapa jalur dari Utsman." (Hadits Jami'At-Tirmidzi No. 3636)

Kisah tersebut juga disebutkan dalam:

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurrahman telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Ja'far Ar raqqi telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin 'Amru dari Zaid yaitu Ibnu Abu Unaisah dari Abu Ishaq dari Abu Abdurrahman As Sulami dia berkata; Ketika Utsman terkepung, maka ia menampakkan diri di hadapan mereka sambil berseru; "Aku mengingatkan kalian dengan nama Allah, bukankah kalian mengetahui peristiwa ketika goa Hira` berguncang, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tenanglah wahai Hira` sesungguhnya tidak ada yang berada di atasmu kecuali seorang nabi atau shiddiq atau dua orang syahid." Mereka menjawab; "Ya." Kemudian utsman berkata lagi; "aku mengingatkan kalian dengan nama Allah, bukankah kalian juga mengetahui sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terhadap pasukan Al 'Usrah (pasukan perang Tabuk): "siapa yang ingin berinfaq untuk (perang) besok?" sedangkan (waktu) itu orang-orang baru ditimpa kesusahan dan sesengsaraan, maka aku mempersiapkan perbekalan untuk pasukan tersebut?" mereka menjawab; "Ya." Kemudian Utsman bertanya lagi; "aku mengingatkan kalian dengan nama Allah, bukankah kalian mengetahui sumur Ruumah (nama sumur yang airnya banyak) yang tidak ada seorang pun dapat minum darinya kecuali dengan membelinya dengan harga yang mahal, kemudian aku membelinya, lalu aku berikan baik kepada orang yang kaya dan faqir serta Ibnu Sabil? Mereka menjawab; "Demi Allah, ya." Dan beberapa (kemuliaan) yang ia hitung (sebutkan)." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih gharib melalui jalur ini, yaitu dari hadits Abu Abdurrahman As Sulami dari Utsman." (Hadits Jami' At-Tirmidzi No. 3632).

Bagikan