Belajar Kerja Keras dari Sutimin

Di balik fisiknya yang tampak prima, ternyata Sutimin mengalami gangguan pendengaran. Kepada ACTNews, ia bercerita, pernah pingsan sewaktu bekerja di sebuah pabrik. Sewaktu sadar, ia merasa suara disekitar menjadi sangat lirih.

Sutimin Penjual Rujak Buaha
Sutimin, penjual rujak buah di kawasan Cipete Raya, Jakarta Selatan. (ACTNews/Rabbani)

ACTNews, JAKARTA SELATAN —  Sutimin (69) penjual rujak buah di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, tampak bersemangat mencari nafkah di ibu kota. Sejak tahun 1982 ia merantau ke Jakarta meninggalkan istri dan satu anaknya, demi mencari kehidupan yang lebih baik.

Di balik fisiknya yang tampak prima, ternyata Sutimin mengalami gangguan pendengaran. Kepada ACTNews, ia bercerita, pernah pingsan sewaktu bekerja di sebuah pabrik. Sewaktu sadar, ia merasa suara di sekitar menjadi sangat lirih. “Saya agak kurang untuk dengar, jadi komunikasi agak susah,” katanya, Rabu (13/10/2021).

 

Kekurangan itu tidak membuatnya putus asa. Ia tetap melakukan pekerjaan yang ia bisa. Belum lagi, Sutimin harus membagi penghasilan antara peruntukan keluarga di desa dengan biaya hidup di Jakarta. Untuk menghemat, Sutimin tinggal bertiga di kontrakan bersama teman-temannya yang juga penjual rujak buah keliling. 

Hari itu melalui program Borongin Modalin tim ACT membeli setengah dari dagangan. Perasaan bahagia tak bisa disembunyikan dari raut wajah. Ucapan terima kasih ia sampaikan berkali-kali. Seraya berdoa agar Allah mempermudah urusan donatur dan lembaga ACT.

“Mau ya semangkanya di bawa?” katanya usai menerima rezeki dari para Sahabat Dermawan.[]