Belajar Motivasi Hidup dari Ustaz-Ustaz di Kampung

Kehidupan dan motivasi ustaz-ustaz di kampung patut menjadi contoh. Meski mengajar mengaji dalam situasi yang serba terbatas, tetapi mereka tetap istikamah menjalaninya.

motivasi ustaz kampung
Suasana anak-anak mengaji di rumah Ustaz Mustari. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR – Inspirasi hidup bisa bersumber dari mana saja, salah satunya datang dari motivasi guru-guru mengaji di kampung. Minim fasilitas dan materi, tetapi teguh menjalani aktivitas sebagai ustaz yang mengajar anak-anak mengaji  di kampung.

Ustaz Mustari salah satunya. Guru yang mengaji di Desa Ciaruteun Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Anak didiknya tidak diwajibkan membayar SPP layaknya sekolah. 

“Santri kasih seikhlasnya Rp500 atau Rp1.000. Kalau kurang untuk bayar listrik, saya pakai uang sendiri. Kami hanya guru ngaji kampung, yang hanya ingin mengamalkan pesan guru kami saat di pondok ‘mengajarlah saat kalian pulang ke kampung halaman, sampaikan apa yang kalian dapat. Ajarkan alif-alifan, Juz 'Amma, atau iqro kepada masyarakat’,” kata Ustaz Mustari yang sudah mengajar sejak 1996, Rabu (25/8/2021).

 

Di samping Ustaz Mustari, Ustaz Husni Mubarak juga memiliki motivasi yang sama. Petuah sang guru agar dirinya memberikan manfaat di alam Allah yang ia pijak masih ia pegang hingga saat ini. Secara sukarela ia mengajar mengaji di TPQ dan MT Al-Mubarok Al-Islami, Desa Ciaruteun Udik. 

“Motivasi saya adalah pesan guru ‘Buatlah sejarah yang baik di manapun kamu berpijak di bumi Allah. Sampaikanlah ayat-ayat Allah meski hanya satu huruf, karena itu juga perintah Nabi Muhammad SAW juga,” ujarnya. 

Yhoko Kunchoro dari tim program ACT Bogor Barat mengatakan, banyak ustaz atau kiai kampung tawadu menjalani aktivitasnya menjadi guru mengaji, baik untuk anak-anak, ibu-ibu, atau bapak-bapak. Meski fasilitas dan materi yang ada terbatas, mereka tetap semangat melakukannya. 

“Kehidupan dan motivasi mereka patut menjadi contoh. Orang-orang baik yang senantiasa menjaga agar masyarakat di kampung tetap berpegang teguh pada Islam. Untuk itu, Global Zakat-ACT memberikan bantuan hidup kepada mereka,” kata Yhoko, Rabu (25/8/2021).[]