Belasan Komunitas Jatim Serukan Solidaritas untuk Uighur

Belasan Komunitas Jatim Serukan Solidaritas untuk Uighur

Belasan Komunitas Jatim Serukan Solidaritas untuk Uighur' photo

ACTNews, SIDOARJO - Pemberitaan masif terkait penindasan dan penyiksaan etnis Uighur oleh Pemerintah Cina di Xinjiang, memantik respon keras dari berbagai penjuru dunia. Beberapa negara seperti Jepang, Jerman, dan Belanda telah mengutuk tindakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut dengan aksi turun ke jalan di negaranya masing-masing.

Sebagai bentuk respon atas tindakan pelanggaran HAM yang dilakukan Pemerintah Cina terhadap etnis Uighur, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama sliansi yang tergabung dalam aksi solidaritas  Sinergi Komunitas Pemuda, menggelar aksi akbar pada Ahad (23/12), di sela kegiatan Car Free Day (CFD) Alun-alun Sidoarjo.

Rangkaian aksi yang digelar berupa orasi,  teatrikal, longmarch, hingga penggalangan donasi untuk Uighur. Diki Taufik Sidik, relawan ACT yang menjadi koordinator aksi mengatakan sekitar 15 komunitas  yang tergabung dalam aksi hari ini mempunyai tujuan yang sama, yakni menyampaikan keprihatinan dan solidaritas terhadap etnis Uighur yang mengalami penindasan. 

"Melalui aksi ini kami berharap semoga dapat mengurangi penderitaan saudara kami muslim Uighur meskipun tidak secara langsung. Sekaligus kami menyampaikan sikap agar ada tindakan nyata dari pemerintah Indonesia  untuk membantu Uighur, " ungkap Diki. 

Diki menambahkan,  aksi ini juga bertujuan mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama peduli terhadap penderitaan yang dialami etnis Uighur. Sementara itu, Iwan (21) dari komunitas Humanity Youth Action (HYA) mengatakan aksi ini diikuti oleh sekitar 60 anak muda dari Surabaya dan Sidoarjo. 

"Kami merasa terpanggil untuk mensosialisasikan nasib muslim Uighur,  setelah berkoordinasi dua hari sebelumnya, kami gelar aksi turun jalan hari ini.  Semoga aksi ini juga terus berlanjut sampai penindasan kepada etnis Uighur mereda dan mereka dapat hidup bebas menjalankan ibadah dan beraktivitas, " ujar Iwan, Ahad (23/12).

Seperti yang diketahui, kondisi muslim Uighur saat ini sangat memperihatinkan. Sekitar satu juta muslim Uighur diduga tengah mengalami penyiksaan di kamp-kamp konsentrasi yang terletak di Xinjiang.

Pernyataan sikap yang disampaikan dalam aksi ini yaitu mengutuk ketidakadilan yang dilakukan Pemerintah Cina terhadap muslim Uighur. Himpunan komunitas tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya masyarakat Jawa Timur terlibat membantu memperjuangkan keadilan dan kedamaian bagi muslim Uighur, serta menyerukan negara-negara Islam untuk mengambil langkah strategis dan sikap tegas terhadap Cina. Selain itu, mereka turut mendesak Pemerintah Indonesia untuk aktif terlibat dan memberikan perhatian khusus atas kasus ini serta terlibat secara nyata dalam upaya memperjuangkan nasib Muslim Uighur dengan membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional. []

Bagikan

Terpopuler