Belasan Ormas di Yogyakarta Gelar Aksi Solidaritas Peduli Muslim India

Aksi Solidaritas Peduli Muslim India merupakan wujud kepedulian terhadap apa yang menimpa umat muslim di New Delhi.

Belasan organisasi masyarakat di Yogyakarta bergabung menggelar Aksi Solidaritas Peduli Muslim India di perempatan Tugu Jogja, Ahad (3/2). (ACTNews)

ACTNews, YOGYAKARTA - Puluhan ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Muslim India menggelar aksi solidaritas untuk muslim India di perempatan Tugu Jogja, Ahad (3/2).

Organisasi dan komunitas yang hadir pada aksi solidaritas tersebut antara lain Aksi Cepat Tanggap (ACT), Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Rumah Zakat, Syam Organizer, Jamaah Salahuddin UGM, FSLDK Yogyakarta, Front Jihad Islam, Duta Palestina, IKADI DIY, Komunitas Pelajar Peduli (KPP), Yuk Ngaji, Yuk Peka, Aman Palestin, dan Salimah. 

Aksi yang bertemakan “Solidaritas Peduli Muslim India” ini bertujuan untuk mengecam penindasan terhadap muslim di India pada Rabu (26/2) lalu, yang merenggut nyawa 43 umat muslim di New Delhi.

Noufal selaku Koordinator Aksi Solidaritas Peduli Muslim India mengungkapkan, aksi solidaritas tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap apa yang menimpa umat muslim di New Delhi. Puluhan jiwa meninggal dan ratusan lainnya luka-luka akibat konflik yang ditengarai regulasi yang mendiskriminasikan umat muslim. 

“Tidak hanya penganiayaan, masjid sebagai tempat ibadah juga turut dibakar massa yang pro terhadap UU Kewarganegaraan Anti-Muslim. Alquran juga turut dibakar, dan rumah-rumah muslim di New Delhi juga dijarah dan dirusak massa," tambah Noufal. Ia menyayangkan adanya sentimen negatif dari masyarakat setempat atas regulasi yang diberlakukan.

Selain orasi-orasi penyampaian sikap dari masing-masing ormas, aksi juga diwarnai dengan penggalangan donasi kepedulian. Donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada muslim India yang tengah didera konflik sipil tersebut. 

Seperti yang dikabarkan, konflik yang terjadi di New Delhi, India merupakan imbas dari disahkannya UU Kewarganegaraan Anti-Muslim oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang kemudian mendapat penolakan keras dari umat muslim di India. 

Penolakan terhadap UU tersebut diungkapkan dalam bentuk unjuk rasa. Di sisi lain, warga juga ada yang unjuk rasa mendukung regulasi tersebut, sehingga konflik pun pecah. "Rabu (26/2), lalu demonstrasi memuncak dan kerusuhan tidak bisa dihindarkan. Sehingga, banyak terjadi penganiayaan, utamanya terhadap muslim di India," tutup Noufal. []