Belasan Rumah, Lahan Pertanian dan Ternak Warga Culamega Diterjang Longsor

Hujan deras yang memicu tanah longsor terjadi di Culamega, Kabupaten Tasikmalaya. Akibat bencana ini, belasan rumah dan lahan pertanian rusak, dan ternak warga dilaporkan hilang terbawa arus banjir.

longor culamega
Gotong royong warga Bojongsari, Culamega, Tasikmalaya, membersihkan jalan yang tertutup longsor. (Dokumen pribadi)

ACTNews, KABUPATEN TASIKMALAYA Hujan deras selama dua hari mengguyur Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya. Kondisi ini memicu longsor di beberapa titik. Bencana yang terjadi pada Senin (13/9/2021) tersebut membuat akses jalan tertutup material longsor dan belasan rumah rusak.

“Warga sudah khawatir sama hujan yang berlangsung lama. Kemudian sekitar jam 1 malam tebing tanah longsor, nutup jalan yang jadi akses utama warga Bojongsari,” ujar Ubed, salah satu warga.

Ubed menambahkan, sekitar 15 rumah, lahan pertanian dan lima ekor hewan ternak warga hilang terbawa arus sungai. BPBD setempat pun mengimbau warga agar tetap waspada. Kecamatan Salawu, Cikatomas, Bojonggambir, Taraju, Puspahiang, Gunungtanjung dan Culamega disebut BPBD sebagai daerah rawan longsor di Kabupaten Tasikmalaya.

Merespons bencana ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama relawan Masyarakat Relawan Indonesia bergegas ke lokasi bencana untuk mengirimkan bantuan. Pangan yang menjadi kebutuhan paling mendesak segera diserahkan.

“Setelah mendapatkan informasi, kami langsung datang ke lokasi dengan membawa logistik pangan untuk warga terdampak longsor. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi warga tetap diminta waspada karena wilayah tersebut rawan longsor, apalagi saat masuk musim hujan,” jelas Diki Zakaria dari tim Program ACT Kabupaten Tasikmalaya.[]