Belasan Rumah Rusak Akibat Longsor di Sinar Harapan, Bogor

Tercatat 19 rumah mengalami rusak berat serta 7 orang meninggal dunia dan 3 lainnya masih dinyatakan hilang di Kampung Sinar Harapan. Kampung pun kini sepi, ditinggalkan seluruh penduduknya akibat longsor pada awal tahun lalu.

Belasan Rumah Rusak Akibat Longsor di Sinar Harapan, Bogor' photo
Salah satu rumah di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor yang bagian belakangnya terbawa longsor. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR – Tanah longsor yang terjadi di bukit yang ada di belakang Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor menimbulkan kerusakan parah. Belasan rumah hilang terbawa pergerakan tanah, sedangkan lainnya mengalami kerusakan yang cukup parah. Rumah yang masih berdiri kokoh kini ditinggalkan penghuninya mengungsi dan masih enggan kembali ke kampung halaman mereka.

Manta salah satunya. Rumahnya di Kampung Sinar Harapan masih berdiri. Tidak mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah. Namun, kondisi ini berbeda dengan rumah yang tepat berada di depan rumah miliknya. Bagian belakanya telah hancur, ikut terbawa tanah longsor yang meluncur ke bawah, yakni Kampung Banar.

“Rumah-rumah yang ada di depan (rumah Manta) sudah habis, hancur,” ungkapnya, Senin (6/1) kepada tim ACTNews.


Kampung Sinar Harapan yang sepi. Seluruh warganya meninggalkan kampung untuk mengungsi setelah tenrjadi longsor besar di kampung ini. (ACTNews/Eko Ramdani)

Terdapat 19 rumah yang mengalami kerusakan akibat longsor yang terjadi di Kampung Sinar Harapan. Selain menghancurkan rumah, longsor di Sinar Harapan juga memakan korban jiwa. Dilaporkan 7 orang meninggal dunia, 3 masih dinyatakan hilang, dan 15 lainnya luka berat. Salah satu korban yang masih hilang ialah Cici Handayani, kemenakan Manta yang berumur 9 tahun.

Pada Senin (6/1) dilakukan pencarian yang masuk hari ke lima. Pencarian hari itu dibantu oleh tim SAR gabungan dari berbagai unsur serta diterjunkan juga tim K-9 untuk melacak keberadaan korban yang masih hilang. Hujan yang melanda serta tebing yang masih berpotensi longsor menjadi kendala tim pencarian.

Choirul Sani dari ACT mengatakan, proses pencarian dihentikan sementara karena hujan yang tak kunjung berhenti sejak pagi. Tanah yang masih labil dan berpotensi longsor susulan dapat membahayakan tim yang bertugas. “Pencarian masih terus dilakukan, masih ada tiga orang yang masih belum ditemukan,” jelasnya, Senin (6/1).

Akibat longsor yang merusak permukiman hingga memakan korban jiwa ini, Kampung Sinar Harapan saat ini ditinggalkan oleh seluruh warganya. Kondisi sepi. Warga juga masih enggan kembali ke tempat tinggalnya dan memilih bertahan di pengungsian karena ancaman longsor.[]


Bagikan