Belasan Sekolah Palestina Terancam Dihancurkan Israel

Jika sekolah-sekolah milik Palestina dihancurkan oleh Israel, ribuan anak dipaksa menempuh pendidikan di sekolah yang jaraknya sangat jauh dari tempat tinggal mereka.

israel hancurkan sekolah palestina
Ilustrasi. Murid Palestina belajar di ruangan terbuka karena tidak memiliki bangunan sekolah. (Reuters/Ammar Award)

ACTNews, TEPI BARAT – Sebanyak 17 sekolah milik warga Palestina di Area C, Tepi Barat, terancam dihancurkan oleh pasukan Israel. Sekolah-sekolah tersebut, diklaim Israel melanggar aturan perizinan. Padahal, sekolah tersebut merupakan pusat pendidikan bagi lebih dari seribu anak Palestina–sebelumnya sangat sulit untuk mendapat fasilitas pendidikan.

Jika penghancuran dilakukan, maka anak-anak akan dipaksa berjalan sangat jauh untuk mencapai sekolah terdekat yang terletak di Desa Ein al-Beida, Tayasir, dan Bardala, yang jaraknya sekitar 15 kilo meter.

Aisha Mahasneh, seorang pejabat di Kementerian Pendidikan di Tepi Barat menyatakan, sekolah-sekolah yang terancam dihancurkan adalah sekolah yang dibangun otoritas Palestina bersama sejumlah organisasi kemanusiaan.

Salah satu di antara belasan sekolah tersebut adalah “sekolah Tahadi” yang berarti “tantangan” dalam bahasa Arab. Sebutan ini disematkan karena sekolah tersebut telah menghadapi berbagai tantangan sejak pembangunannya yang dimulai pada tahun 2016.

Seorang guru dari sekolah tersebut, Asmaa Ghanaam mengatakan dirinya harus melakukan perjalanan harian sejauh 10 km dari rumahnya di Desa Aqqaba menuju ke sekolah. Mengajar di sekolah Tahadi, katanya, merupakan tantangan pribadi.

Beberapa guru juga mengatakan bahwa siswa sering menceritakan mimpi buruk yang mereka alami dari suara ledakan, tank dan helikopter yang digunakan selama latihan militer Israel di daerah tersebut. Anak didik di sekolah itu juga sulit berkonsentrasi, dan sering mencoba bolos karena takut berpapasan dengan tentara atau pemukim Israel.

Penduduk Palestina di Area C Tepi Barat telah lama hidup dalam ketakutan. Setiap hari, mereka terancam serangan pemukim ilegal Israel dan penghancuran rumah dan fasilitas umum lainnya. Mereka juga secara teratur menghadapi pemindahan paksa dari rumah mereka.[]