Belum Ada Jaminan Keamanan bagi Rohingya

Belum Ada Jaminan Keamanan bagi Rohingya

Belum Ada Jaminan Keamanan bagi Rohingya' photo

ACTNews, COX’S BAZAR – Banglades tidak sanggup lagi menampung lebih banyak pengungsi Rohingya dari Myanmar. Pernyataan itu negara ini sampaikan kepada Dewan Keamanan PBB, sebagaimana laporan Al Jazeera, Jumat (1/3).

“Saya menyesal mengatakan kepada dewan keamanan bahwa Banglades tidak mampu lagi mengakomodasi orang-orang (Rohingya) dari Myanmar,” ungkap Sekretaris Luar Negeri Banglades Shahidul Haque kepada PBB, Kamis (28/2).

Haque menyayangkan janji-janji Myanmar yang belum terpenuhi. “Tidak satu pun orang Rohingya yang bersedia kembali ke Rakhine karena kondisi lingkungan yang tidak kondusif,” tambah Shahidul.

Sementara itu, Myanmar mengatakan telah siap menerima pengungsi sejak Januari, tetapi Rohingya mengatakan menginginkan jaminan atas keselamatan mereka dan diakui sebagai warga negara sebelum mereka kembali ke Rakhine.

November 2018 lalu, Bloomberg juga melaporkan kegagalan pemulangan ratusan ribu pengungsi Rohingya ke Myanmar. Hal itu disebabkan tidak ditemukannya seorang pun yang ingin kembali ke sana. Fakta itu didukung dengan protes ribuan pengungsi Rohingya di kamp-kamp pengungsian Banglades.

Sepanjang riwayat krisis kemanusiaan, PBB mengatakan bahwa pengungsi Rohingya saat ini menjadi pengungsi yang paling menderita di dunia. Bukan hanya jaminan keamanan, tetapi juga tidak ada jaminan bagi pendidikan dan kesehatan mereka.

UNICEF memperingatkan, masa depan yang pengungsi anak Rohingya di Cox’s Bazar begitu suram. “Jika saat ini juga kita tidak membuat investasi di bidang pendidikan, kita akan menghadapi kenyataan menyeramkan tentang hilangnya generasi anak-anak Rohingya,” ujar representatif UNICEF untuk Bangladesh Edouard Beigbeder.

Sucita Ramadinda dari Global Humanity Response (GHR) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengatakan, seiring pergantian tahun 2019, sejumlah program kemanusian ACT untuk etnis Rohingya terus dilanjutkan. Insyaallah, berbagai bentuk program kemanusiaan akan terus disalurkan untuk ribuan etnis Rohingya.

"Meringankan beban hidup mereka yang selama ini terus menggelayuti. ACT mengajak kepada seluruh elemen bangsa Indonesia untuk terus mendoakan serta memberikan bantuan terbaik untuk etnis Rohingya," ujar Sucita. []

Bagikan