Belum Punya Masjid, Santri Salat Jemaah di Lapangan Beralas Terpal

Santri SDIT dan SMPIT Rabbani Surantih harus salat berjemaah di lapangan beralaskan terpal. Hingga saat ini, tempat anak-anak keluarga tidak mampu mengenyam pendidikan ini belum memiliki masjid.

santri salat di lapangan
Para santri SDIT dan SMPIT Rabbani Surantih tengah salat di lapangan. (ACTNews/Aznil)

ACTNews, PESISIR SELATAN – Di bulan Syawal tepatnya pada Selasa (10/5/2022), ACT Padang berkunjung ke SDIT dan SMPIT Rabbani Surantih, Kampung Timbulun, Kelurahan Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan. Lembaga pendidikan ini merupakan tempat bagi siswa dari keluarga miskin dan duafa menuntut ilmu. 

Aznil Al Ashfi dari tim ACT Padang mengatakan sejak berdiri pada 2018, santri harus salat berjemaah di lapangan beralaskan terpal. Jika mengandalkan ruang kelas, tidak cukup menampung semua santri yang kini berjumlah 225 orang. 

“Dengan lapangan yang luas dan di bawah terik matahari semua santri bisa salat 5 waktu secara berjemaah,” katanya, Kamis (12/4/2022). 

Kondisi Rabbani Surantih di Pesisir Selatan, tambah Aznil, masih sangat memprihatinkan. Selain masjid, ruangan kelas tempat santri belajar juga sederhana terbuat dari kayu dan triplek. Tentu hal ini kurang nyaman dan dapat menghambat kegiatan belajar mengajar. “Salah seorang santri berujar ‘ingin dapat beribadah di tempat yang layak,” kata Aznil. 

Kepala Sekolah SDIT dan SMPIT Rabbani Surantih Deri Candra menyampaikan bahwa santri setiap hari melakukan rutinitas mengaji, menghafal, dan mempelajari agama Islam. Walau tak memiliki masjid sebagai tempat beraktivitas, namun santri tetap semangat belajar agama Islam juga menjadi seorang hafiz Al-Qur’an. 


Santri salat berjemaah di lapangan. (ACTNews/Aznil)

“Untuk membangun fasilitas belajar mengajar yang lebih layak, masih terkendala biaya. Kami tidak ingin membebankan kepada santari, karena mereka juga berasal dari keluarga tidak mampu,” ucapnya. 

Kepala Cabang ACT Padang Aan Saputra mengajak para dermawan untuk mewujudkan keinginan para santri untuk memiliki masjid yang layak. Sehingga kegiatan ibadah dan belajar santri lancar dan para santri mendapat hasil maksimal dalam menuntut ilmu. 

“Mari membangun rumah kita di surga dengan cara membangun rumah Allah di dunia. Insyaallah ACT berikhtiar untuk membangun masjid dan melengkapinya dengan sumur, toilet dan perlengkapan fasilitas masjid agar memudahkan santri dan jemaah lain beribadah,” ujar Aan.[]