Bengkel Gizi Terpadu Edukasi Warga Bakung tentang Makanan Bergizi

Ahli Gizi Puskesmas Bakung Asih Rahmawati menuturkan, masyarakat Bakung masih minim pemahaman mengenai penerapan gizi seimbang.

Bengkel Gizi Terpadu Edukasi  Warga Bakung tentang Makanan Bergizi' photo

ACTNews, BANDAR LAMPUNG - Sekitar 200 warga Kelurahan Bakung, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung berkumpul di pekarangan kosong Jalan Tulung Buyut. Warga yang terdiri dari anak-anak dan dewasa ini hadir untuk mendapatkan penyuluhan gizi seimbang dan makanan sehat dalam peluncuran program Bengkel Gizi Terpadu (BGT) ACT Lampung. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama dengan Puskesmas Bakung pada Kamis (12/09).

Penanggung Jawab Program ACT Lampung Arief Rakhman menjelaskan, lokasi Bengkel Gizi Terpadu tidak terlalu jauh dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Bakung. Hal ini agar BGT dapat menjangkau warga yang setiap hari mengais rezeki dengan memilah sampah maupun warga sekitar yang membutuhkan asupan gizi.

Program Bengkel Gizi Terpadu berkolaborasi dengan sejumlah pemangku kepentingan terkait, di antaranya Pemerintah Kelurahan Bakung, Puskesmas Bakung, Surya Bakery Tirtayasa, dan Pengajian Sakina Perumahan Taruna Indah Sukabumi. Kolaborasi ini untuk mewujudkan masyarakat sehat dan produktif. Bengkel Gizi Terpadu akan terus mengedukasi warga mengenai pentingnya hidup sehat dan pemenuhan gizi seimbang.

Selain itu, Bengkel Gizi Terpadu juga mengusung konsep go green, di mana warga membawa peralatan makan sendiri, sehingga dapat meminimalisir penambahan sampah di lokasi kegiatan.

“Bengkel Gizi Terpadu menjadi wadah dermawan dan relawan untuk menyalurkan pikiran, tenaga dan hartanya dalam mewujudkan hidup sehat di Provinsi Lampung, khususnya Kelurahan Bakung. Kegiatan pendampingan akan dilakukan secara reguler dan terpadu,” jelasnya.  


Ahli Gizi Puskesmas Bakung Asih Rahmawati menuturkan, masyarakat Bakung masih minim pemahaman mengenai penerapan gizi seimbang. Misalnya saja, mengonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang cukup.

Program Bengkel Gizi Terpadu merupakan bentuk kepedulian untuk menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan mengkonsumsi makanan sehat. Kegiatan penyuluhan ini juga memberikan pemahaman mengenai bahaya mengkonsumsi makanan kadaluarsa maupun makanan yang sudah terkontaminasi sampah.

“Harapannya kegiatan tersebut bisa berkelanjutan, sehingga menjadi program reguler untuk mendampingi masyarakat yang membutuhkan edukasi hidup sehat dan pemenuhan gizi seimbang. Kami dari Puskesmas Bakung sangat mendukung program ini,” harap Rahmawati.

Sementara Saiyah (45), warga Kelurahan Bakung, sangat senang menikmati makanan sehat berupa nasi, ayam, tahu, sop sapi, dan sayur. Makanan selengkap itu sangat jarang dikonsumsi karena terbatasnya perekonomian keluarga Saiyah.

“Sehari-hari ngrongsok, kalau ada makanan sisa kami ambil untuk dimakan. Sebenarnya sudah pernah dapat penyuluhan mengenai larangan makan makanan kadaluarsa dan tercampur sampah, tapi ya gimana lagi. Alhamdulillah, hari ini senang bisa makan lengkap banget, enak masakannya,” pungkas Saiyah. []

Bagikan