Bengkel Gizi Terpadu Sambangi Wilayah Terpencil di Ende

Kehadiran pelayanan kesehatan dari ACT dan Mondelez Internasional di Ende dirasa warga sangat membantu. Aksi ini memberikan edukasi serta pemenuhan gizi melalui pangan.

Bengkel Gizi Terpadu Sambangi Wilayah Terpencil di Ende' photo
Anak-anak di Ende meminum susu sebagai salah satu pemenuhan gizi. Aksi ini merupakan kolaborasi antara ACT dengan Mondelez Internasional. (ACTNews/Muhajir Arif Rahmani)

ACTNews,  ENDE  Butuh perjalanan yang panjang bagi tim Medis ACT bersama tim kesehatan dari Puskesmas Ndetundora dan Kader Posyandu untuk tiba di empat dusun yang ada di Desa Tomberabu Satu, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Sabtu (8/2). Perjalanan kala itu untuk menggelar pelayanan kesehatan gratis bagi warga, yaitu Bengkel Gizi Terpadu, bentuk kolaborasi ACT dengan Mondelez Internasional.

Tim berangkat dari Puskesmas Ndetundora dengan menempuh perjalanan selama 1,5 jam. Medan berupa hutan, pegunungan, serta jalan terjal berbatu harus dilewati. “Ban mobil yang kami tumpangi sempat pecah karena terkena batu tajam, dan mobil hanya bisa manjangkau dua dusun saja, Nioreko dan Tombe. Sedangkan dua dusun lain, Puumbindi dan Mbego, yang hendak kami tuju harus dengan berjalan kaki karena sedang ada perbaikan jalan,” jelas dokter Refita Inayah Putri, relawan medis dari Puskesmas Ndetundora, kepada ACTNews.

Program Bengkel Gizi Terpadu dari ACT di Ende ini sangat didukung oleh pihak pemerintah setempat. Masyarakat pun antusias mendapatkan pelayanan medis gratis serta edukasi kesehatan ini, khususnya untuk anak-anak mereka. “Lokasi aksi kami hari ini merupakan wilayah binaan puskesmas. Kami terus melakukan pemantauan dan intervensi melalui bidan desa, khususnya untuk mencegah adanya kasus gizi buruk,” tambah Refitia, Sabtu (8/2).


Distribusi paket gizi dari ACT dan Mondelez Internasional untuk warga Ende, Sabtu (8/2). (ACTNews/Muhajir Arif Rahmani)

Digelarnya pelayanan kesehatan ini mendapatkan sambutan baik dari warga setempat. Mereka berbondong-bondong datang untuk memeriksakan kondisi kesehatan diri dan anaknya. Berbagai penyakit dikeluhkan, Refitia mengatakan, penyakit yang banyak ditemui berupa infeksi saluran pernapasan, demam, abses, sakit gigi serta penyakit kulit akibat kondisi air yang warga gunakan kurang bersih. Selain pelayanan kesehatan ACT dan Mondelez Internasional memberikan paket nutrisi untuk peningkatan gizi warga.

Satu Andreas Wela (56), Kepala Desa Tomberabu yang ikut langsung kegiatan ini,  mengungkapkan kehadiran program Bengkel Gizi Terpadu mempunyai pengaruh besar bagi kelangsungan masyarakat di desanya, terutama ibu dan anak balitanya.       

Adanya program ini sangat menolong warga. Edukasi yang diberikan juga menambah wawasan ke orang tua untuk menjaga gizi anak-anaknya di tengah terbatasnya tenaga medis dan fasilitas kesehatan yang ada,” ungkapnya.

Fasilitas kesehatan yang ada di sekitar Desa Tomberabu yaitu satu polindes dan dua tenaga kesehatan yaitu satu bidan dan satu perawat. Jumlah ini menurut Andreas Wela dirasa masih kurang. Terlebih jarak antar dusun cukup jauh dan terpisah oleh lembah dan pegunungan serta akses jalan yang belum memadai.

 Fasilitas kesehatan tambahan memang sangat dibutuhkan di desa kami ini,” pungkas Andreas.[] 


Bagikan