Beragam Bantuan Musim Dingin Hadir Hangatkan Tubuh Warga Prasejahtera Palestina

Musim dingin datang, keselamatan warga prasejahtera Palestina terancam. Bantuan musim dingin masyarakat Indonesia pun hadir hangatkan tubuh mereka.

musim dingin palestina
Warga prasejahtera Palestina antusias menerima bantuan musim dingin pakaian hangat, Februari 2021. Datangnya musim dingin menjadi momok menakutkan bagi kehidupan mereka.

ACTNews, YERUSALEM – Bulan Februari 2021 Palestina memasuki musim dingin. Atap gedung-gedung di Al-Quds atau Yerusalem dan Shof'at diselimuti salju. Suhu akan terus menurun saat malam. Bahkan beberapa hari yang lalu suhu mencapai 0 derajat Celsius. 

Keadaan tersebut sangat berbahaya bagi mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan, terutama di tiga kota tersebut. Banyak dari mereka adalah anak yatim, di mana ibu sebagai tulang punggung keluarga. Bahkan terkadang mereka harus menyelamatkan rumah dari serangan zionis Israel. 

Selain itu, terdapat 4.000 keluarga yang prasejahtera, beberapa dari mereka tidak memiliki pekerjaan dan para pencari nafkah keluarga ditangkap atau meninggal karena pembunuhan. Membantu mereka dalam melewati masa-masa sulit musim dingin, Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali menggulirkan program bantuan musim dingin untuk masyarakat Palestina. 

Said Mukaffiy dari Tim Global Humanity Response-ACT mengatakan, program bantuan musim dingin memberikan perlengkapan musim dingin yang dibutuhkan berupa selimut, mantel, dan penghangat ruangan. Kegiatan ini dilakukan di tiga tempat yakni Al-Quds, atauYerusalem, dan Shof'at selama kurun waktu 26 Januari hingga 15 Februari 2021. 

"Bantuan kali ini sebagai salah satu bentuk dukungan kepada keluarga yang tinggal di kota Al-Quds. Karena banyak terjadi penindasan yang terjadi kepada mereka, banyak dari mereka adalah para penjaga masjid Al-Quds," kata Said Mukaffiy (24/2/2021). 

Said menambahkan, bantuan diberikan kepada 30 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 125 jiwa. Total relawan yang ikut andil dalam program ini adalah 8 orang. "Alhamdulillah bantuan kemanusiaan kali ini kita memberikan bantuan pakaian hangat dan juga penghangat ruangan untuk keluarga yang membutuhkan," jelasnya. 

Selain Palestina, beberapa negara lain yang tengah konflik dan menampung pengungsi juga sedang dihadapkan pada suhu dingin. Sebut saja Suriah, Lebanon, hingga Turki. Kondisi ini membuat penduduk di negara konflik maupun pengungsi menantikan bantuan kemanusiaan. []