Beragam Bantuan Temani Mak Tia

Sejak pembatasan aktivitas masyarakat, ekonomi Mak Tia (60) berkurang dratis. Semakin jarang orang yang memakai jasa pijatnya, membuat pendapatan hariannya pun tukut berkurang.

Mak Tia bersama anaknya yang masih SMA saat menerima bantuan dari MSR-ACT. (ACTNews)

ACTNews, BANDUNG Mak Tia (60) namanya. Wanita asli Kabupaten Bandung Barat ini merupakan tukang pijat dan merupakan warga prasejahtera yang merasakan dampak pandemi. Terlebih di masa pembatasan aktivitas seperti sekarang, Mak Tia jarang mendapatkan pekerjaan, padahal uang yang didapatkannya bakal menjadi penyambung hidup keluarga.

Mak Tia yang tinggal di Kampung Tagog, Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalongwetan ini pun masih memiliki tanggungan anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Husen dari tim Masyarakat Relawan Indonesia yang menyambangi Mak Tia mengatakan, kebijakan pembatasan aktivitas membawa dampak besar pada ekonomi Mak Tia. “Pengguna jasa pijat cukup sepi, apalagi dengan kebijakan PPKM yang terus diperpanjang,” jelas Husen.

Berawal dari kondisi ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) didukung relawan MRI kemudian menghadirkan bantuan bagi Mak Tia melalui program Mobile Social Rescue. Paket pangan dari Operasi Pangan Gratis, peralatan masak, perlengkapan dapur hingga kelengkapan sekolah untuk anaknya yang masih SMA diberikan. Sambutan bahagia pun datang dari Mak Tia dan keluarga.

“Semoga kita semua diberikan kesehatan, dan terima kasih sudah bawa bantuan ke rumah ini,” ungkap Mak Tia, Rabu (4/8/2021).

Program Mobile Social Rescue merupakan aksi pendampingan ACT terhadap masyarakat prasejahtera. Bantuan yang diberikan tak hanya dalam bentuk paket pangan, akan tetapi juga hingga pendampingan medis, pendidikan, hingga pembangunan rumah.[]