Beragam Tanggapan Menyikapi Corona

Covid-19 telah dinyatakan masuk ke Indonesia. Kini masyarakat Indonesia telah siap dengan berbagai cara dan tanggapan menyikapi virus yang penyebarannya berawal dari tanah Cina tersebut.

Petugas kesehatan DKI Jakarta mempraktikkan penggunaan masker yang tepat. Acara sosialisasi kesehatan ini digelar di Hotel Bellevue Suite Jakarta, bekerja sama dengan tim medis ACT. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA Awal Maret 2020, Presiden Joko Widodo menyampaikan kasus pertama corona yang menyerang warga yang tinggal di Indonesia. Kepanikan semakin menjadi, setelah sebelumnya harga masker melambung tinggi, kini stoknya semakin sedikit. Permintaan cairan pencuci tangan atau hand sanitizer juga semakin meningkat di pasaran. Alat-alat itu dianggap mampu melindungi masyarakat dari kemungkinan terserang virus yang berasal dari Wuhan, Cina ini.

Di Jakarta, warga juga telah bersiap dengan kemungkinan tersebarnya virus corona. Riski Wahyudi, seorang pegawai hotel di Jakarta, mengatakan, dirinya tidak takut pada corona. Walau begitu, Riski tetap melakukan antisipasi untuk menangkal kemungkinan terserang virus. “Selagi masih sehat, saya enggak takut ya,” jelasnya, Jumat (6/3).

Untuk penggunaan masker, Riski mengaku hanya menggunakannya saat dirinya sedang kurang sehat atau berkegiatan di luar ruangan. Cara ini juga Riski terapkan ke keluarga yang berada di rumah. Senada dengan Riski, Septi, pegawai hotel di Jakarta, juga menggunakan masker di saat kondisinya sedang sakit saja.


Pembagian cairan pembersih tangan dari ACT kepada pegawai Hotel Bellevue Suite Jakarta. Kegiatan ini berlangsung disela-sela sosialisasi covid-19. (ACTNews/Eko Ramdani)

Penggunaan masker untuk mencegah corona belakangan ini menjadi perbincangan karena dianggap kurang efektif, mengingat sebaran virus tidak melalui udara, melainkan droplets atau percikan air liur saat bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi. Untuk itu, semua orang diharapkan beretika ketika bersin atau batuk serta menggunakan masker saat dirasa tubuh kurang sehat.

Aziza Rafa Karina (17), siswa SMA Al Azhar 2, punya cara berbeda. Sebagai pelajar ia tetap waspada terhadap virus corona. Ia mencari informasi melalui internet sebagai langkah mengedukasi diri sendiri. Selain itu, Azizah juga mengikuti sosialisasi yang digelar di sekolahnya. Tak hanya sebagai langkah pencegahan terserang virus, tapi juga menghindari kabar bohong tentang corona.

Sejak virus corona ini jadi perbincangan banyak orang, ACT telah melakukan berbagai pencegahan. Di titik-titik keramaian, seperti bandara, ACT telah distribusikan masker. Pengiriman ribuan masker bagi warga Indonesia yang ada di luar negeri pun dilakukan.

Tak hanya itu, ACT juga terus menyosialisasikan pencegahan corona. Jumat (6/3), beberapa tempat seperti Hotel Bellevue Suite Jakarta dan di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah disambangi tim medis ACT. Dokter Muhammad Riedha Bambang mengatakan, langkah ini diambil ACT agar masyarakat tidak perlu panik menghadapi corona. “Dengan gaya hidup sehat sebenarnya tak hanya corona yang bisa dihindari, tapi juga berbagai penyakit lain,” ungkapnya.[]