Beranjak Pulih, Warga Lombok Tetap Harap Hunian Layak

Beranjak Pulih, Warga Lombok Tetap Harap Hunian Layak

ACTNews, LOMBOK UTARA – Kehidupan masyarakat terdampak gempa di Lombok perlahan mulai pulih. Sebagian masyarakat yang berada di Integrated Community Shelter (ICS) di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Ada yang sudah menggarap sawahnya, bekerja ke kantor, dan mengajar. Ada pula yang mulai membersihkan puing-puing runtuhan rumahnya.

Koordinator ICS Pendi Fathurrahman menjelaskan, warga yang mengungsi di ICS sebagian besarnya sudah mulai membersihkan bekas rumahnya. Bahkan, sebagian sudah mulai membangun kembali rumah mereka.

“Yang sudah memiliki uang, mereka mulai membangun rumah mereka. Nah yang belum, masih tinggal di shelter ini,” jelas Pendi, Kamis (18/10).

 

Pria asli Lombok Timur ini menambahkan, di ICS warga hanya gunakan sebagai tempat istirahat saja. Tak terlalu banyak aktivitas di siang hari. Hal ini mengingat sebagian besar dari mereka sudah mulai bekerja.

Menurut Pendi, hal tersebut sangat baik. Warga yang tinggal di ICS tidak merasa pasrah dengan keadaan, namun bergerak melakukan rutinitas seperti sediakala. Hal ini akan lebih membantu warga melupakan trauma atas bencana yang mereka alami hampir tiga bulan silam.

“Lalu di pinggir jalan saat ini warga sudah banyak yang mulai berjualan. Tidak seperti beberapa hari setelah gempa. Tak ada satu pun warung yang buka toko atau dagangannya,” papar Pendi.

Sementara itu, Sapurah (39), salah satu warga yang tinggal di ICS, mengatakan, dirinya sangat terbantu dengan adanya hunian dari ACT. Dirinya amat bersyukur, mengingat masih banyak warga di kampung halamannya yang masih tinggal di tenda darurat.

 

“Kami sangat berterima kasih. Anak-anak kami tidak kedinginan lagi, seperti saat masih tidur di tenda. Kami orang tua hanya melihat anak-anak saja. Semoga tetangga-tetangga saya yang rumahnya juga hancur, kelak juga mendapat shelter,” papar Sapurah, warga yang berasal dari Dusun Karang Pendagi, Desa Gondang, Kecamatan Gangga.

Suami Sapurah, yang biasanya bekerja sebagai nelayan, pun mulai membersihkan rumah mereka. Ia berharap beberapa bulan ke depan, puing-puing rumahnya bisa selesai dibersihkan. Dengan demikian ia dan keluarga dapat membangun kembali rumah mereka, meskipun tidak sebaik sebelumnya.

“Kalau suami belum bekerja karena belum berani melaut. Alhamdulillah karena ada ACT, kebutuhan pangan kami bisa terpenuhi. Kita bisa masak sendiri di dapur umum,” kata Saprunah.

Saat ditemui Kamis (18/10) lalu, Sapurah hendak kembali dari bekas rumahnya. Ia menceritakan kondisi rumahnya, yang berada tak jauh dari pantai, sudah rata dengan tanah. Ketika gempa, keluarganya dan semua tetangganya berlari menjauhi pantai karena adanya isu tsunami.

Hal inilah yang membuat sebagian besar warga sekitar pantai, belum mulai membangun rumahnya. “Kita hanya membersihkan saja. Kalau saya sama suami ingin bangun rumah kami segera. Kalau tetangga lain, masih ada yang takut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian mengatakan, ACT saat ini sudah membangun lebih dari 1.000 hunian. Meski jumlah ini jauh dari kebutuhan masyarakat, ACT akan terus mengupayakan agar warga terdampak gempa dapat memperolah hunian.

“Jadi tak hanya ICS saja yang kita bangun. Ada juga model family shelter, di mana kami melibatkan partisipasi warga untuk membangun hunian mereka dengan bahan bangunan yang sudah kami sediakan,” ujar Alfian.

Selebihnya, warga sendiri yang membangun rumah menurut desain dan ketersediaan bahan yang ada. Sebagian besar bahan bangunan dalam bentuk kayu sebagai rangka rumah. Hal ini sangat membantu warga yang ingin segera memiliki hunian yang lebih baik.

Namun demikian, diakui Alfian bahwa masih banyak warga yang membutuhkan hunian. Oleh karenanya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bahu membahu membangun Lombok. Meski saat ini dampak bencana yang lebih besar tengah dialami warga Palu, namun pihaknya akan terus mendampingi masyarakat Lombok hingga benar-benar pulih.

“Kami akan terus bersama Lombok. Karena program kemanusiaan ini tidak akan pernah berhenti. Alhamdulillah, program pemulihan ACT di Lombok cukup banyak, mulai dari Warung Wakaf, ACT Humanity Store, ICS, pembangunan fasilitas umum, hingga pendistribusian Family Shelter, Knockdown Shelter,” kata Alfian.

Alfian berharap, rangkaian program pemulihan yang ada dapat kembali membangkitkan ekonomi masyarakat Lombok. Khususnya warga Lombok yang terdampak gempa. []

Tag

Belum ada tag sama sekali