Berapakah Minimal Gaji di Indonesia yang Harus Dikeluarkan Zakat Penghasilannya?

Nisab zakat penghasilan di Indonesia adalah sesuai dengan zakat emas dan perak 85 gram.

nisab zakat penghasilan
Ilustrasi. Zakat penghasilan halal di Indonesia hukumnya wajib. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Di Indonesia, penghasilan halal merupakan termasuk harta yang wajib ditunaikan zakatnya. Dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun. Ini sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 3 tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan. Lalu berapa nisab zakat penghasilan di Indonesia? 

Dalam fatwa tersebut, MUI menetapkan nisab zakat penghasilan adalah sesuai dengan nisab zakat emas dan perak. Salah satu yang menjadi dasar penetapan nisab ini adalah pendapat ulama Mesir Yusuf Qardhawi dalam bukunya Fiqih Zakat, Juz 1 halaman 513. 

“Semua bentuk penghasilan halal wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nisab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram,” tulis MUI dalam fatwanya.

Selain MUI, Kementerian Agama melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 31 Tahun 2019 tentang Syarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah serta Pendayagunaan Zakat untuk usaha Produktif, Pasal 26 ayat 1 menyebutkan Nisab zakat pendapatan senilai 85 (delapan puluh lima) gram emas. 

“Kadar zakat pendapatan dan jasa senilai 2,5% (dua koma lima per seratus),” tulis ayat 2 Pasal 26 PMA tersebut. 

Selain MUI dan Kemenag, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) juga mengeluarkan SK Ketua BAZNAS RI Nomor 14 Tahun 2021 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2021. Dalam SK tersebut, nisab zakat penghasilan pada tahun 2021 adalah sebesar Rp79.738.415 per tahun atau Rp6.644.868 per bulan. 

Menurut Ketua BAZNAS Noor Achmad, penentuan nisab tersebut menggunakan harga rata-rata emas Antam 24 karat selama tiga bulan terakhir Januari, Februari, dan Maret 2021 yakni Rp.938,099 per gram. Besaran nisab bisa berubah setiap tahunnya. 

“Setiap tahunnya, BAZNAS akan menentukan besaran nilai nisab (jumlah standar minimal yang dimiliki) zakat khususnya zakat pendapatan dan jasa yang akan menjadi rujukan bagi BAZNAS daerah dan juga LAZ dalam menetapkan besaran nisab zakat pendapatan dan jasa secara nasional,” jelas Noor.[]