Beras Wakaf Sapa Saudara Penyandang Gangguan Jiwa di Bekasi

Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan puluhan paket pangan berupa Beras wakaf untuk pengurus dan warga binaan penyandang disabilitas mental di Yayasan Galuh, Kota Bekasi, pada Sabtu (13/3/2021) lalu. Kebutuhan pangan di panti dengan 415 warga binaan ini termasuk cukup tinggi.

Salah satu warga binaan sedang melakukan salat di ruangan, di Yayasan Galuh. (ACTNews)

ACTNews, KOTA BEKASI – Kalangan penyandang disabilitas mental atau orang dalam gangguan jiwa sering kali luput dari perhatian. Padahal, mereka merupakan salah satu elemen masyarakat yang sudah sepatutnya juga untuk dibantu. Seperti saudara yang menjadi warga binaan panti rehabilitasi mental, Yayasan Galuh.

Yayasan Galuh merupakan salah satu panti rehabilitasi mental di Bekasi, yang hingga saat ini menampung 415 pasien gangguan jiwa. Pengurus Yayasan Galuh Jajat Sudrajat mengungkapkan, dengan jumlah warga binaan yang ada, saat ini kebutuhan bahan pangan yayasan menjadi sangat tinggi. “Sehari tiga kali makan, itu beras saja bisa 150 kilogram buat pasien sebanyak 415 orang,” ungkapnya.

Tim ACT Kota Bekasi memberikan beras wakaf kepada pengurus Yayasan Galuh, Rawa Lumbu, Kota Bekasi untuk para warga binaan setempat. (ACTNews)

Sebab itu, ACT Bekasi memberikan bantuan Beras Wakaf yang merupakan bagian dari Gerakan Sedekah Pangan Nasional. “Mewakili yayasan, saya mengucapkan terima kasih kepada ACT yang telah mendistribusikan beras, ini adalah bantuan yang ke sekian kali dan Alhamdulillah sangat membantu saudara-saudara kita dari kalangan penyandang disabilitas mental. Dengan adanya bantuan beras ini bisa sangat meringankan beban kami dalam memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saudara-saudara kita yang jadi warga binaan,” kata Jajat, Sabtu (13/3/2021).



Jajat mengatakan, seperti halnya manusia normal lainnya, pemenuhan kebutuhan pangan menjadi sangat penting dan prioritas utama untuk dipenuhi sebelum kebutuhan lainnya bagi para penyandang gangguan mental. “Sebisa mungkin kita penuhi karena makan nomor satu, selanjutnya baru kita kasih terapi bimbingan,” katanya.

Ia pun berharap, program pemenuhan pangan untuk saudara sebangsa oleh ACT dapat terus berjalan, sehingga banyak saudara yang merasakan manfaatnya secara luas. “Semoga kegiatan ini bisa tetap berjalan, semua anggota ACT diberikan kesehatan untuk bisa membantu suadara kita yang membutuhkan,” harap Jajat. []