Berbagai Aksi Kemanusiaan Bantu Korban Banjir di Makassar

Beberapa titik di Kota Makassar terendam banjir hingga 1,5 meter akibat intensitas hujan yang tinggi sejak Ahad (20/12) kemarin. Tim Emergency Response ACT Sulawesi Selatan mengevakuasi para penyintas banjir selama 5 hari setelahnya.

Tim Emergency Response ACT sedang menyusuri salah satu lokasi banjir. (ACTNews)

ACTNews, MAKASSAR – Intensitas hujan yang tinggi selama sepekan terakhir membuat beberapa titik di Kota Makassar terendam banjir hingga ketinggian 1,5 meter. Bencana tersebut berlangsung selama lima hari sejak Ahad (20/12). Sejak awal terjadinya bencana hingga kini, Tim Emergency Response (ER) – ACT Sulawesi Selatan terus melakukan beragam aksi kemanusiaan, mulai dari evakuasi, layanan kesehatan gratis, hingga penyaluran bantuan di titik posko pengungsian.

Firman selaku Ketua Tim Emergency Response ACT Sulawesi Selatan saat ditemui di sela evakuasi warga di lokasi kejadian mengatakan, saat hujan terus menerus mengguyur wilayah Makassar, tim terus melakukan pemantauan dan mendapati laporan warga bahwa rumah mereka sudah tenggelam Ahad malam itu. Sehingga, tim segera turun bergabung bersama tim SAR gabungan untuk evakuasi. Terutama di wilayah Perumnas Antang, Kecamatan Manggala. 

"Merespons hal tersebut, kami segera menurunkan perahu karet beserta sejumlah relawan untuk melakukan evakuasi. Warga terdampak langsung dibawa ke posko pengungsian sementara di antaranya Pesantren DDI ABRAD, Masjid Jabal Nur, dan Masjid Al-Muttaqin," ungkap Firman.