Berbagai Elemen Masyarakat di Solo Deklarasikan Dukungan untuk Palestina

Gaung dukungan untuk Palestina masih menggema dari bangsa Indonesia. Kali ini datang dari berbagai elemen masyarakat di Solo Raya.

Sesi diskusi yang dilakukan di acara deklarasi untuk Palestina bersama KKIPP di Solo. (ACTNews)

ACTNews, SOLO – Deklarasi dukungan untuk Palestina masih terus menggema dari berbagai elemen bangsa di Indonesia. Mulai dari warga biasa, komunitas, organisasi, tokoh masyarakat ambil bagian dalam dukungan ini. Termasuk mereka yang tinggal di wilayah Solo Raya. Diwadahi Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak masyarakat untuk menyuarakan dukungan.

Menggandeng ulama, tokoh masyarakat, perwakilan berbagai komunitas, hingga warga umum, deklarasi digelar pada Sabtu (26/6/2021) di Restoran Bakso Kadipolo, Banjarsari, Solo. Berbagai komunitas dan lembaga pun turut hadir seperti FKAM, Yuk Ngaji, Kahfi, SDS, MRI, Kopika Muslim Peduli, Al Huda, Lir Ilir, Iqro Peduli, Bikers Subuhan dan yang lainnya.

Kepala Cabang ACT Solo Bagus Suryanto menyampaikan, KKIPP merupakan wadah pemersatu elemen masyarakat yang peduli dengan Palestina. "Kondisi Palestina saat ini sudah tidak bisa lagi ditangani berdasarkan momentum, hanya ada serangan baru ada aksi. Tetapi, harus kontinu dan konsisten,” ungkapnya.

Dalam deklarasi tersebut juga menghadirkan Ustaz Umair Khaz selaku pemateri dalam sesi diskusi. Ia menjelaskan bahwa dukungan untuk Palestina sangatlah penting, apalagi mengingat negara tersebut pernah menjadi tempat kiblat pertama umat Islam dan memiliki banyak sejarah terkait Islam.

"Permasalahan di Palestina itu bukan hanya krisis kemanusiaan, tapi juga krisis ekonomi, pendidikan, air, dan semuanya. Kalau kita tidak bergerak secara bersinergi, maka ini berat, kelak akan menjadi pertanggung jawaban kita di hadapan Allah," terang Ustaz Umair Khaz.

Acara ini ditutup dengan pembacaan deklarasi oleh Ustaz Umair Khaz dan diikuti oleh seluruh peserta yang hadir. Selepas acara, dilanjutkan dengan diskusi-diskusi berikutnya sebagai tindak lanjut perjuangan dalam rangka memperjuangkan Palestina agar bisa merdeka dari penjajahan.[]