Berbagai Komunitas Peduli Bencana Banjir Jabodetabek-Banten

Menggandeng berbagai komunitas, ACT bersama MRI Jawa Timur menggalang kepedulian untuk korban banjir di Jabodetabek dan Banten di berbagai titik Car Free Day di wilayah Jawa Timur. Selain melakukan aksi peduli korban banjir, ACT dan MRI Jawa Timur juga melakukan edukasi lantaran Jawa Timur juga memiliki potensi bencana serupa.

Aksi ACT dan MRI Jatim bersama berbagai komunitas yang tergabung di Car Free Day. (ACTNews/M. Romadhoni)

ACTNews, SURABAYA Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di Jawa Timur menggelar aksi galang kepedulian dan mengedukasi masyarakat tentang bencana banjir. Aksi ini sebagai bentuk simpati kepada mereka yang terdampak  banjir di Jabodetabek dan Banten pada awal tahun 2020 ini.


Dalam aksi ini, ACT dan MRI juga berkolaborasi dengan relawan dari berbagai elemen organisasi memberikan bantuan terbaik untuk mereka yang membutuhkan. Di Car Free Day Taman Bungkul Surabaya misalnya. Pada Ahad (5/1), ACT dan MRI bersinergi dengan berbagai komunitas antara lain Life for Ummah Surabaya, Wanita Pemburu Surga, One Day One Juz (ODOJ) Surabaya, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Surabaya, Urban Care, Guyumu Guyuku dan Jomandang Rupo Musician.

“Aksi ini adalah bentuk kepedulian kami untuk saudara-saudara yang terdampak banjir di daerah Jabodetabek. Dengan adanya aksi ini, kami berharap bisa menumbuhkan kepedulian juga di tengah masyarakat terhadap para korban terdampak,” ujar Wahyu Sulistianto Putro selaku Kepala Cabang ACT Jawa Timur.

Semangat komunitas galang kepedulian untuk Banjir Jabodetabek. (ACTNews/M. Romadhoni)

Selain menggalang kepedulian masyarakat, ACT dan sejumlah komunitas tersebut juga mengedukasi masyarakat yang menghabiskan akhir pekannya di Car Free Day tentang siaga bencana, salah satunya banjir.

"Jawa Timur merupakan daerah yang memiliki potensi terjadi banjir dengan kategori tinggi. ACT Jawa Timur berkomitmen untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah di Jawa Timur, sekaligus mengedukasi masyarakat untuk siaga bencana," jelas Wahyu.

Tidak hanya waktu dan tenaga, tapi sajian terbaik untuk para korban diberikan kepada mereka yang menderita akibat banjir. Berbagai armada dan tim telah dikerahkan dalam merespons bencana banjir yang melanda Jabodetabek dan Banten.

Seperti pada Sabtu (4/1) lalu, ACT melepas 10 armada bantuan untuk warga terdampak banjir Jabodetabek di Posko Pengungsian Ruang Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Permata Intan di kawasan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur. Selain melepas armada bantuan logistik, ACT juga menurunkan beberapa armada untuk membantu korban di sekitar lokasi. Misalnya saja Humanity Food TruckHumanity Rice TruckHumanity Water Truck, dan Ambulans Pre-Hospital. []