Berbagi Beras hingga Pelosok Sulawesi Selatan

Puluhan santri menyambut dengan gembira, mereka bergotong-royong mengangkut beras yang turun dari truk di ujung jalan. Ialah santri di Darul Istiqamah Luwu Timur yang mendapatkan distribusi beras dari BERISI ACT.

Berbagi Beras hingga Pelosok Sulawesi Selatan' photo
Santri menerima bantuan beras dari program BERISI ACT, Sabtu (2/11). (ACTNews/Nur Ali Akbar)

ACTNews, LUWU TIMUR Jarak tempuhnya memakan waktu hingga 14 jam perjalanan darat, ditambah 2 jam menggunakan perahu menyebarangi salah satu danau yang ada di Desa Loeha, Kecamatan Towuti, Luwu Timur. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Selatan pada Sabtu (2/11) itu hendak menuju Pesantren Darul Istiqamah Towuti yang berada di pedalaman kabupaten paling ujung timur Sulsel.

Sejak didirikan tahun 1991, Pesantren Darul Istiqamah telah meluluskan ratusan alumni yang menyebar ke berbagai penjuru negeri bahkan Arab Saudi untuk melanjutkan pendidikan serta berdakwah. Hingga kini, pesantren tersebut masih terus membina para santrinya. Jumlahnya saat ini ada 67 santri dengan 29 orang pembina. Mereka semua beraktivitas di kompleks pesantren yang luasnya lebih kurang 4 hektare.

Pimpinan pesantren Ustaz Anwar Ismail mengatakan, semua santrinya dididik untuk mempelajari agama Islam dengan baik. Mereka juga diajarkan gotong-royong dan menganggap teman pesantren layaknya keluarga sendiri. “Para santri diajarkan juga untuk mandiri,” ungkap Ustaz Anwar.


Proses pengemasan beras untuk BERISI di salah satu tempat penggilingan beras di Luwu Timur. (ACTNews/Nur Ali Akbar)

Pada Sabtu (2/11) itu, ACT berkunjung ke Pesantren Darul Istiqamah untuk mendistribusikan beras dari program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI). Sebanyak 1 ton beras yang diambil dari tempat penggilingan beras binaan Lumbung Pangan Wakaf (LPW) di Luwu Timur ini diberikan kepada pihak pesantren. Kendaraan yang membawa pangan tak bisa sampai di lokasi pesantren karena lokasinya di tepian danau. Relawan ACT, santri serta guru bergotong-royong mengangkut beras dari titik berhenti kendaraan sejauh 500 meter.

“Dengan adanya bantuan beras dari ACT ini sangat membantu kebutuhan pangan santri,” tambah Anwar.

Nur Ali Akbar dari Tim Program ACT Sulsel mengatakan, bantuan beras dari program BERISI memang ditujukan untuk para santri Indonesia, khususnya bagi pesantren di pedalaman dan fasilitas yang kurang memadai. Sebanyak satu ton didistribusikan untuk Pesantren Darul Istiqamah dan ia mengharapkan beras tersebut dapat memenuhi kebutuhan pangan santri. “Pesantren ini berada di pedalaman Luwu Timur, walau begitu para santrinya tetap semangat menimba ilmu,” sebutnya.

BERISI merupakan program pemenuhan kebutuhan pangan dari ACT bagi santri prasejahtera di berbagai daerah di Indonesia. Sejak digulirkan pada 22 Oktober 2019 lalu yang juga bertepatan dengan Hari Santri Nasional telah puluhan ton beras terdistribusi di berbagai daerah. “BERISI akan terus mendistribusikan beras ke pesantren yang membutuhkan,” tambah Nur Ali .[]

Bagikan