Berbagi Kebahagiaan Kurban untuk Pemulung di TPA Bakung

Bagi banyak orang, Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPA) menjadi tempat yang sangat tidak nyaman untuk dikunjungi. Bagi sebagian yang lain, bukit-bukit sampah justru menjadi barang berharga tempat mengais rupiah.

Berbagi Kebahagiaan Kurban untuk Pemulung di TPA Bakung' photo

ACTNews, BANDAR LAMPUNG – Memasuki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung yang terletak di sebelah barat daya Kota Bandar Lampung ini, roda kendaraan yang tim ACT tumpangi harus beradu dengan batu-batu besar yang menimbulkan bunyi gemeretak. Dengan hati-hati, mobil pun diparkir di dekat salah satu bedeng.

Di TPA seluas sekitar 14 hektar ini, bukit-bukit tumpukan sampah terlihat sejauh mata memandang. Bau tak sedap pun menyeruak menusuk hidung, mengharuskan sebagian dari tim yang mengunjungi TPA Bakung pada Selasa (13/8) siang itu untuk memakai masker. Akan tetapi, justru di bukit-bukit tumpukan sampah inilah banyak orang mengais rezeki mereka.

Salah satunya adalah Zainudin (48), yang telah bekerja memungut sampah di TPA Bakung sejak 1999. Ia bahkan harus tinggal di sebuah gubuk di antara tumpukan sampah. “Kami bekerja dari pagi, kadang sampai menginap di gubuk. Kami bekerja mulai jam setengah delapan pagi, kadang kita lembur sampai malam karena ketika malam yang mencari sedikit, jadi tidak berebut,” kata Zainudin.


Selain Zainudin, salah satu pengais sampah yang juga harus menginap di sebuah gubuk di antara tumpukan sampah adalah Emah (23). Tidak seperti Zainudin, ibu tiga anak ini tidak mulai mengais sampah sejak pagi karena dirinya seringkali harus mengantar anaknya ke sekolah. “Kadang-kadang pagi, kadang-kadang siang karena saya sibuk mengantar anak sekolah juga,” papar Emah.

Sampah-sampah yang dikumpulkan oleh Emah, Zainudin, dan sesama pemulung di TPA Bakung ini kemudian akan dikumpulkan oleh pengepul yang datang setiap sore hari. Penghasilan mereka pun tidak dapat diprediksi. Jika sedang mujur, mereka bisa memperoleh hingga Rp 60.000 dalam satu hari.

Daging kurban untuk TPA Bakung

Pada Senin (12/8), ACT Lampung telah membagikan paket daging kurban kepada para pemulung di TPA Bakung. "Alhamdulillah, saat itu sebanyak enam puluh paket daging kurban didistribusikan kepada para pemulung di sini. Lalu 40 paket daging juga dibagikan ke warga kampung di sekitarnya. Jadi total ada 100 paket yang kami bagikan," papar Siti Jumiah, relawan program ACT Lampung.

Pendistribusian daging kurban juga berlanjut pada Rabu (14/8). Daging kurban diberikan ke warga di Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Timur.


“Kami berterima kasih lah, apalagi kalau kita hitung penghasilan per hari, belum tentu bisa membeli daging. Apa lagi kan daging sekarang per kilo berapa. Penghasilan kita dari bekerja di sini belum tentu bisa untuk membeli daging. Dengan adanya daging kurban itu, kami sangat berterimakasih,” kata Zainudin.

Firdaus (52) juga menjadi salah satu penerima manfaat pembagian daging kurban yang menjangkau TPA Bakung. Ia mengaku senang bisa menerima daging kurban yang dibagikan oleh Global Qurban-ACT. “Kami senang, Pak. Alhamdulillah, sudah dua kali Iduladha ini ada pembagian daging,” papar Firdaus.

TPA Bakung memang menjadi salah satu lokasi implementasi rutin yang dilakukan oleh Global Qurban-ACT Lampung. Selain pemberian daging kurban, “Alhamdulillah, ada beberapa program yang sudah berjalan yang diimplementasikan untuk TPA Bakung. Yang paling sering diadakan adalah berbagi makanan. Ada juga perbaikan gizi, yaitu kita membagikan makanan dengan asupan gizi yang baik seperti susu, terutama untuk anak-anak,” jelas Arief Rakhman dari tim Program ACT Lampung. Arief menambahkan, cukup dapat dipastikan bahwa anak-anak di TPA Bakung tidak mendapat nutrisi yang cukup akibat kesulitan ekonomi yang dihadapi.