Berbagi Kisah Kehidupan Anak Palestina di Lelang Amal UMB

Melalui seminar internasional ini, Syekh Ahmed Abu Ayesh Alnajjar asal Palestina menuturkan kondisi Palestina di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB). Seminar tersebut juga membuka sesi lelang, di mana hasilnya didonasikan untuk warga Palestina melalui ACT.

Syekh Ahmed Abu Ayesh Alnajjar sebagai pemateri di seminar internasional menampilkan bagaimana kondisi Palestina saat ini. (ACTNews)

ACTNews, BANJARMASIN - "Anak-anak kami setiap hari mendapatkan ancaman fisik dan psikis dari Israel. Kami tak mampu menangani semua anak karena terlalu banyak korban," demikian penuturan Syekh Ahmed Abu Ayesh Alnajjar asal Palestina saat mengisi materi seminar di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB). UMB bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimantan Selatan, menggelar seminar internasional terkait dengan Palestina pada Rabu (18/12).

Selain itu, masih banyak fakta menyedihkan yang disampaikan oleh Syekh Abu Ayesh terkait Palestina, khususnya dunia anak-anak.  "Sebanyak 46% warga Palestina adalah anak-anak dan banyak dari mereka telah menjadi syuhada. Mereka ke sekolah dengan pakaian, buku-buku, dan tas yang tak layak. Bahkan terkadang mereka harus belajar di jalanan," tutur Syekh Abu Ayesh.

Para peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, dan umum tampak tegang dan sebagian terisak kala Syekh Abu Ayesh menampilkan potret anak-anak Palestina yang mengalami penyiksaan

"Anak-anak adalah generasi penerus bangsa, sedangkan anak muslim Palestina dizalimi, disiksa, dihinakan bahkan dibunuh oleh Israel. Ini bertentangan dengan perikemanusiaan dan agama Islam," imbuh lelaki berusia 50 tahun itu.


Para mahasiswa dan dosen UMB bersama Syekh Abu Ayesh. (ACTNews)

Nurbaiti, seorang ibu berusia 45 tahun yang hadir, mengaku prihatin sekali dengan keadaan Palestina. "Saya ingin membantu khususnya anak-anak di Palestina," ucap warga Banjarmasin tersebut.

Dekan Fakultas Agama Islam UMB, Muhammad Yusuf, S,PD,I, MA berharap, dengan adanya seminar itu para peserta bisa memiliki ketajaman terhadap permasalahan kemanusiaan, seperti yang terjadi di Palestina. "Kami ingin mengembangkan kepedulian terhadap saudara muslim Palestina," ujar Yusuf.

Seminar yang dibuka oleh Wakil Rektor III UMB, Hj. Muspiyanti Chalida Putri, S.ST., M.Pd itu berjalan lancar. Muspiyanti sendiri menyampaikan terima kasih kepada ACT dan Syekh Abu Ayesh atas kolaborasi kemanusiaan bersama UMB.

"Melalui kesempatan ini mari berbagi rasa, insyaallah akan niat menolong akan dicatat sebagai amal kebaikan, apalagi dibuktikan dengan nyata," ungkapnya.

Ajakan tersebut disambut kepedulian para peserta dengan antusiasme mengikuti lelang amal. Sebanyak empat buah syal terjual dengan nilai masing-masing Rp5 juta. Sebuah pin Palestina bahkan dibeli dengan harga Rp1 juta. Selain itu ada empat pigura Palestina terjual dengan nilai total lebih dari Rp4 juta. Semua donasi kemudian akan disalurkan melalui ACT Kalsel untuk program-program kemanusiaan di Palestina. []