Berbagi Kisah Kondisi Palestina di Pelosok Banyuasin

Berbagi Kisah Kondisi Palestina di Pelosok Banyuasin

ACTNews, BANYUASIN - Butuh waktu sekitar satu jam dari Kota Palembang menuju ke pelabuhan PU yang berada di Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin. Dari sana, tim ACT Sumatera Selatan bersama Syekh Lo’ay Ahmed Rasheed Al-Najjar asal Gaza melanjutkan perjalanan menggunakan speedboat selama 2 jam.

Setelah menyusuri Sungai Banyuasin dan masuk ke sungai-sungai kecil, akhirnya tim tiba di Masjid Al Ma’arif, Desa Rimau Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Ahad (8/4).

Mulyadi selaku Kepala Desa Rimau Sungsang beserta sesepuh dan tokoh masyarakat setempat pun langsung menyambut. Tak jarang raut kebahagiaan tampak pada wajah warga sembari terus melantunkan bacaan selawat.

“Kami, warga Desa Rimau Sungsang sangat berbahagia karena kedatangan tamu istimewa, seorang syekh yang didatangkan langsung dari Gaza, Palestina. Insya Allah para warga juga akan memberikan doa dan kepedulian yang terbaik untuk bangsa Palestina,” tutur Mulyadi.

Syekh Lo’ay Ahmed Rasheed Al-Najjar atau biasa dipanggil Abu Ahmad, berbagi cerita tentang kondisi terkini Palestina, khususnya di Gaza. Menurut Abu Ahmad, bangsa Palestina hingga kini mengalami kesulitan, terutama pangan, air, dan listrik.

“Apalagi saat bom atau roket bisa saja tiba-tiba ditembakkan oleh pihak zionis Israel. Mereka saat ini bertahan hidup dari bantuan luar negeri, termasuk Indonesia. Alhamdulillah, bantuan masyarakat Indonesia untuk Palestina berkisar sekitar 80% dari total bantuan dari seluruh dunia,” terang Abu Ahmad.

Lebih lanjut, Ustaz Novi Irwansyah yang hadir sebagai penceramah juga menyebutkan, ada beberapa alasan mengapa Indonesia harus membela Palestina. Alasan pertama, katanya, karena di Palestina ada Masjid Al-Aqsa, masjid yang namanya langsung diberikan oleh Allah.

“Masjid itu bukan hanya milik bangsa Palestina, melainkan milik dan jadi tanggung jawab seluruh umat Muslim di dunia,” kata Abu Ahmad.

Tak hanya itu, Palestina sendiri adalah yang pertama mendukung kemerdekaan Indonesia, jauh sebelum proklamasi dibacakan Soekarno. “Oleh karena itu, Indonesia harus berperan dalam memerdekakan Palestina, apalagi jumlah penduduk Muslim di Indonesia termasuk yang terbesar di dunia,” tambahnya.

Acara yang bertajuk peringatan Isra’ Mi’raj itu juga dihadiri oleh Ketua Komisi 4 DPRD Sumsel Robby Budi Puruhita dan Wakil Ketua DPRD Banyuasin Sukardi. Keduanya juga memberikan motivasi kepada masyarakat untuk memberikan donasi terbaiknya bagi Palestina. Bahkan merekalah yang langsung memberikan contoh untuk berbagi. []