Berbagi Nikmat Akikah untuk Penyintas Banjir

Empat ekor kambing akikah dari para dermawan diolah menjadi 300 paket makanan siap santap. Melalui program Global Aqiqah, ratusan paket pangan itu diberikan untuk penyintas banjir di Kampung Duri, Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat pada Jumat (29/1) lalu.

Berbagi Nikmat Akikah untuk Penyintas Banjir' photo
Salah satu warga terdampak banjir menerima paket akikah. (ACTNews/Hafidh Rezha Maulana)

ACTNews, JAKARTA – Di tengah gerimis kecil, Tim Global Qurban – ACT berkunjung ke Kampung Duri, Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Dari pintu ke pintu, mereka mengantarkan paket akikah yang telah diolah kepada warga yang tinggal di sekitar kampung pada Jumat (24/1) itu. Paket akikah tersebut merupakan implementasi program Global Aqiqah dari Global Qurban.

Paket daging akikah dari para dermawan ini dikhususkan untuk para korban terdampak banjir pada awal tahun lalu. Adam Summa Fadhillah dari Tim Global Qurban menjelaskan, ada 300 keluarga yang mendapatkan distribusi paket akikah dari Global Qurban – ACT.

“Alhamdulillah, hari ini kita salurkan akikah 4 ekor kambing dari para dermawan. Ada 300 paket daging siap santap yang akan kita berikan kepada 300 kepala keluarga di wilayah ini. Mereka adalah korban banjir yang terjadi pada awal tahun 2020 lalu,” kata Adam.

Eva Susanti, salah satu warga, mengucapkan terima kasih atas bantuan dari para dermawan yang telah menyalurkan bantuan daging melalui program Global Aqiqah. Eva yang juga turut serta memasak paket daging akikah mengatakan warga senang dengan bantuan ini.


Warga bahu-membahu memasak sendiri daging-daging untuk mereka. (ACTNews/Hafidh Rezha Maulana)

“Alhamdulillah, bagus juga. Meringankan kesedihan warga. Senang senang juga rasanya karena masak-masak (bantuan) seperti ini baru sekali ini. Silaturahmi juga sama yang lain, kumpul-kumpul,” kata Eva.

Setelah banjir, Eva memang agak bingung karena mata pencaharian suaminya ikut terdampak. Suaminya adalah petani yang menanam sayur-sayuran. namun saat banjir awal tahun 2020 lalu, sawahnya ikut tergenang.

“Itu sudah tidak bisa diolah lagi karena perabotannya sudah tidak ada. Cerek untuk menyiram, tangki semprot, pacul, sudah tidak ada semuanya. Pupuk-pupuk sisa yang saya kumpulkan juga sedikit-sedikit, karena sudah hanyut semua,” cerita Eva. Suaminya kini sesekali mencari ikan atau menjadi pekerja bangunan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan penghasilan tidak menentu.


Global Qurban terintegrasi dengan lembaga ACT yang juga sudah berpengalaman dalam bidang kemanusiaan serta kebencanaan selama belasan tahun. Sehingga, penyaluran daging akikah akan lebih terfokus kepada masyarakat kurang mampu, korban bencana, dan konflik kemanusiaan. Eva mengapresiasi tujuan dari program Qurban Aqiqah. Ia berharap ke depannya akan ada bantuan-bantuan serupa untuk mereka.

“Mudah-mudahan kalau bencana jangan sering-sering, tapi kalau mau memberi seperti ini sering-sering, ya alhamdulillah,” canda Eva sembari tertawa. “Mudah-mudahan dilancarkan rezekinya untuk para dermawan, tambah maju dan sukses, jadi bisa terus menolong sesama,” pungkasnya.[]


Bagikan