Berbagi Paket Pangan untuk Penyintas Tsunami Selat Sunda

Pembagian paket pangan ini merupakan salah satu tanda syukur segera dibangunnya Sumur Wakaf Keluarga untuk para penyintas di kompleks Hunian Sementara Desa Sumberjaya.

Berbagi Paket Pangan untuk Penyintas Tsunami Selat Sunda' photo
Hingga kini warga masih mengungsi di kompleks Hunian Sementara sejak sekitar tujuh bulan yang lalu. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, PANDEGLANG - Lembaga Pusat Pengajian Al Zikri bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) membagikan paket pangan serta paket pendidikan kepada ratusan korban terdampak tsunami Selat Sunda yang terjadi akhir 2018 lalu. Ratusan pengungsi hingga kini masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara) Desa Sumberjaya, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Pembagian paket pangan dan pendidikan pada Ahad (27/10) lalu, merupakan bentuk syukuran untuk Sumur Wakaf Keluarga yang akan segera dibangun oleh Global Wakaf-ACT di kompleks huntara tersebut. Mohammad Giri Farras Syah dari tim ACT menjelaskan, Sumur Wakaf Keluarga ini adalah bentuk solidaritas dari Pusat Pengajian Al Zikri kepada saudara-saudara mereka di Indonesia.

“Donasi dan syukuran ini adalah bentuk solidaritas kepada saudara-saudara kita yang saat ini sedang mengalami kekeringan selama beberapa bulan ke belakang. Sebagai tambahan, Pusat Pengajian Al Zikri juga mendonasikan ratusan paket pendidikan kepada anak-anak yang tinggal di huntara,” ujarnya.

Noor Hidayah selaku perwakilan dari Pusat Pengajian Al Zikri menjelaskan, lembaganya mulai membantu para penyintas bencana semenjak terjadinya gempa Palu, Sigi, Donggala pada tahun lalu. Ia mengucapkan terima kasih dari berbagai pihak, baik rakyat Malaysia secara individu maupun beberapa lembaga kemanusiaan di Malaysia yang telah berderma untuk para korban terdampak.


Suasana distribusi paket pangan kepada para penyintas tsunami Selat Sunda. (ACTNews/Reza Mardhani)

Selain itu Noor juga mengapresiasi ACT yang telah bekerja sama dengan mereka beberapa kali. Ia berharap ke depannya akan selalu ada kolaborasi-kolaborasi lainnya yang dapat mereka lakukan bersama ACT.

“Terima kasih kepada ACT karena telah mau memberikan kami banyak bantuan selama kami berada di Indonesia. Insyaallah kami berharap di masa yang akan datang, akan lebih banyak lagi kolaborasi yang dapat kita lakukan. Bukan hanya di Indonesia tapi di negara-negara dan kawasan lain,” kata Noor.

Rasti (57), warga Kecamatan Sumur, mengaku senang mendapatkan bantuan paket pangan dari ACT. Paket pangan itu cukup membantunya yang kini sudah tidak kuat bekerja sehari-hari dan hanya mengharapkan kiriman dari anak-anaknya.

“Alhamdulillah, ibu doakan semoga berkah, ya. Kami terbantu karena kebutuhan kami di sini banyak yang mendesak. Untuk air bersih juga, biasanya kita tunggu ada yang kirim bantuan air ke sini karena di sini airnya sedikit semenjak musim kemarau,” kata Rasti.

Mengenai Sumur Wakaf Keluarga sendiri, Farras mengatakan Global Wakaf-ACT akan mengerjakannya sesegera mungkin. Nantinya satu Sumur Wakaf Keluarga akan memenuhi kebutuhan satu keluarga yang masih tinggal di huntara. []

Bagikan