Berbagi Pangan untuk Pejuang Medis RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro

Aksi berbagi makanan ini merupakan rangkaian program Operasi Makan Gratis yang dihadirkan ACT, Rachel Vennya, Kitabisa.com, dan para dermawan Indonesia.

Para tenaga medis di RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang menerima paket pangan dari para dermawan. (ACTNews)

ACTNews, SEMARANG – Aksi Cepat Tanggap dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jawa Tengah mendistribusikan 150 paket makanan untuk petugas medis yang menangani pasien Covid-19 di RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro, Kota Semarang. Pendistribusian diterima langsung oleh tim gizi dan langsung diberikan oleh perawat dan petugas medis lainnya pada Kamis (2/4) siang.

Aksi berbagi makanan ini merupakan rangkaian program Operasi Makan Gratis yang dihadirkan ACT, Rachel Vennya, Kitabisa.com, dan para dermawan Indonesia. Bantuan ditujukan kepada para pahlawan medis yang menjadi garda terdepan dalam menangani wabah Covid-19.

"Ikhtiar untuk membersamai para petugas medis terus kami sosialisasikan kepada masyarakat luas. Karena kami percaya kepedulian dari para dermawan mampu menjadi sumbangsih terbaik untuk menyembuhkan bangsa dari wabah corona," jelas Giyanto selaku Kepala Cabang ACT Jateng.

Operasi Makan Gratis juga akan dilakukan di tempat lain secara berkesinambungan. "Pekan lalu kami menggelar aksi serupa di RS Moewardi Solo. Insyaallah ke depan aksi kami akan meluas hingga ke masyarakat yang ekonominya terdampak Covid-19 ini," tambah Giyanto.

Direktur RSUD K.R.M.T Wongsonegoro dr. Susi Herawati berterima kasih kepada segenap dermawan yang terlibat dalam pendistribusian paket makanan ini. “Apresiasi terbaik kami haturkan kepada masyarakat yang hingga kini terus memberikan dukungan kepada tenaga medis yang sedang bertugas. Seluruh bantuan langsung kami berikan kepada dokter, perawat, dan tim medis lainnya. Lebihnya akan kami distribusikan kepada pasien juga,” ungkap dr. Susi.

Hingga saat ini, tercatat di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro tangah menangani 40 orang dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Satu orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19 dan sudah mendapatkan perawatan khusus. []