Berbuka Puasa Secara Sederhana di Hunian Sementara

Dua kali puasa di hunian nyaman sementara membuat Suwanah terbiasa dengan kondisi seadanya. Kini ia sulit mendapatkan bahan pangan dikarenakan tidak punya penghasilan, pekerja sukar diperoleh, dan bantuan jarang datang.

Suwanah bercerita sambil memasak nasi untuk berbuka puasanya.
Suwanah bercerita sambil memasak nasi untuk berbuka puasanya. (ACTNews/Yudha Hadisana)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR – Sambil menunggu nasi yang dimasak dari Beras Wakaf matang, Suwanah menyiapkan lauk-pauk yang untuk berbuka puasa. Aroma ikan cucut tersaji bersama sayur daun pakis yang masih hangat. Lalapan dan semur jengkol bersanding juga dengan sambal. Suwanah menuangkan air putih dan teh hangat untuk saudari dan anaknya. Azan maghrib sebentar lagi berkumandang.

“Makan ini juga dikasih orang, terus terang saja ibu enggak punya apa-apa. Kan dahulu beras enggak beli, kebun punya. Enggak kekurangan. Sekarang suami ibu juga udah meninggal, ibu sama anak mau minta sama siapa?” ujar Suwanah ketika ditemui Senin (26/4/2021).

Seperti kebanyakan warga Kampung Pasir Eurih, Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor yang lain, pencaharian Suwanah terkubur oleh longsoran pada awal tahun 2020 lalu.


“Kalau enggak ada saudara, ibu enggak bakal bisa makan kayak begini,” Suwanah menunjuk saudarinya yang sedang duduk. “Anak soalnya udah pada berumah tangga, susah juga. Jualan kan juga begini kondisinya (tidak ada modal). Kalau ada modalnya, pasti jualan apa saja,” ujar Suwanah.

Ia pun sedih jika mengingat kenyataan bahwa saat ini ia belum membayar zakat fitrah untuk dirinya dan anaknya. Ia pun berharap bantuan dapat hadir untuk membantu penghidupannya di huntara.

“Alhamdulillah dapat beras dari Aksi Cepat Tanggap. Kemarin juga sempat ACT kasih juga, saya nangis (terharu) juga waktu itu. Mudah-mudahan bisa sering soalnya pekerjaan juga lagi susah di sini,” harap Suwanah.

Suwanah adalah salah satu penerima manfaat dari Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan yang digagas ACT. Selain Suwanah, ratusan masyarakat korban banjir dan longsor pada Januari 2020 itu menerima bantuan Beras Wakaf yang didistribusikan Aksi Cepat Tanggap dari Waqf Distribution Center, Gunung Putri.

“Ada ratusan paket beras yang kita sampaikan kepada para pengungsi. Bantuan pangan ini menjadi wujud empati Sahabat Dermawan atas mereka yang menjalani Ramadan kedua di Huntara,” jelas Yhoko Kuncoro dari Tim Program ACT Bogor Barat. []