Berdaya Juang Tinggi, Nenek Oyoh Sempat Tinggal di Bawah Terpal

Oyoh (72) yang terbatas secara ekonomi, sempat membuat tempat berteduh dengan terpal, kain bekas, dan kardus, karena tidak mampu membangun kembali rumahnya yang roboh beberapa tahun lalu.

nenek oyoh ciamis
Oyoh semasa masih menghuni tenda terpal yang ia buat sendiri. (ACTNews)

ACTNews, CIAMIS – Oyoh (72) kini munggu rumahnya selesai. Sejumlah pihak tersentuh dengan daya juang warga asal Dusun Nanggela Kidul, Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis ini. Sebelumnya sekitar 2,5 tahun lalu, rumah Oyoh yang sudah lapuk, roboh akibat angin kencang sehingga ia tidak sempat memiliki tempat tinggal.

Oyoh mengaku tidak mampu memperbaiki bangunan yang roboh tersebut. Ia kemudian mengumpulkan sejumlah terpal dan menumpuknya menjadi atap. Sementara kain-kain bekas seperti dinding yang melindungi diri dari dingin malam. Kasur menjadi alas ia tidur. Tempat tinggal tersebut persis seperti tenda.

“Ingin sekali memperbaiki namun saya tidak ada biaya. Akhirnya dibiarkan roboh dan saya memilih bikin gubuk saja dengan barang bekas di dekat rumah yang roboh. Yang penting bisa teduh,” papar Oyoh pada pertengahan Mei lalu.

Oyoh mengaku tinggal sendirian, karena ketiga anaknya tinggal jauh. Ada yang berada di luar Pulau Jawa, dan satu orang tinggal di Ciamis. Namun kondisi perekonomiannya pun masih belum berkecukupan.


Pembangunan rumah Oyoh sampai kini terus berjalan. (ACTNews)

“Makan sehari-hari mengandalkan dari memulung, seminggu paling bisa dapat Rp70 ribu. Ya uang segitu cukup-cukup saja untuk makan seadanya. Uangnya untuk beli beras. Kalau beras habis, paling makan rebusan ketela pohon dari hutan. Pokoknya saya sedanya aja, apa yang bisa dimakan saya makan,” cerita Oyoh.

Kondisi Oyoh ini menggerakkan kepedulian berbagai pihak, sehingga pemerintah setempat dan sejumlah lembaga mengikhtiarkan pembangunan rumahnya. Termasuk Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang turut berikhtiar melengkapi kebutuhan hidup Oyoh. Program Development ACT Ciamis Andra Rian Mulyana mengatakan, pihaknya sudah melihat kondisi Oyoh saat itu.


“Dia tetap semangat mencari uang walaupun kondisinya sudah sepuh. Saya menyaksikan sendiri lagi makan ubi kondisinya sudah berlendir masih dimakan. Kondisinya saat ini sering sakit-sakitan keliling cari sampah botol bekas,” ucap Andra.

Kata dia, dengan kondisi Oyoh seperti itu tentunya sangat berharap ada orang baik yang mau membagikan sedikit rezekinya. “Dengan begitu kami bisa melengkapi kebutuhan Oyoh begitu rumah beliau telah rampung,” tuntasnya. []