Bergabung dengan ACT, Dokter Alifah Ingin Bantu Lebih Banyak Orang

Memiliki cita-cita yang sungguh mulia, Alifah Astuti hanya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang-orang sekitar. Tepat 4 tahun menjadi dokter, Alifah memiliki harapan untuk bisa membantu lebih banyak orang.

Medical Careline Services
dr. Alifah Astuti tengah menerima keluhan pasien melalui sambungan telepon. (ACTNews/Abdurrahman Rabbani)

ACTNews, JAKARTA — Memiliki cita-cita yang sungguh mulia, Alifah Astuti hanya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang-orang sekitar. Tepat 4 tahun menjadi dokter, Alifah memiliki harapan untuk bisa membantu lebih banyak orang.

Sejak kecil Alifah sudah memiliki keinginan kuat untuk menjadi seorang dokter. Ia punya harapan besar jika suatu saat menjadi dokter, pemahaman dan pengalamannya harus bisa bermanfaat bagi sesama umat manusia.

Pada tahun 2017, harapannya terkabul. Tahun itu Alifah resmi menjadi seorang dokter di salah satu rumah sakit di Yogyakarta. Ia lantas ditugaskan menjadi dokter jaga di bagian Unit Gawat Darurat (UGD).


Pekerjaan sebelumnya di sebuah klinik tak ia tinggalkan. Alifah hanya ingin bisa membantu orang sebanyak yang bisa ia lakukan. Jam kerjanya di klinik dan ACT pun tak bentrok, sehingga ia bisa membagi waktu antara pekerjaan dan aktivitas relawannya dengan baik. “Senin-Jumat saya kerja di ACT sebagai Telemedisin, Sabtu-Minggu saya kembali membantu di klinik,” ujarnya.

Awal bekerja sebagai telemedisin, Alifah mengalami sedikit kendala dengan pekerjaan yang diperintahkan. Namun dalam waktu dua hari, ia sudah bisa menyesuaikan dengan baik. Ia mengungkapkan bahwa pekerjaan ini tidak sulit bagi mereka yang merupakan seorang dokter. Pekerjaannya hampir sama, hanya saja tidak bertemu langsung dengan pasien dan butuh kehati-hatian khusus.

“Solusinya kita tanyakan keluhan yang dirasakan, kalo misal sesak bisa dikonfirmasi dari nafasnya. Misal dalam 1 menit pasien 24 kali nafas, itu bisa dibilang cepat dan masuk kategori sesak. Kemudian kita rinci lagi apa ada alergi atau lainnya, dan kita juga pastikan beri obat yang aman sesuai indikasi pasien,” katanya.