BERISI Kembali Penuhi Pangan Santri Prasejahtera di Kepulauan Maluku

ACT menyapa kedua pondok pesantren di Maluku Tengah pada Kamis (12/12) lalu. Para santri kebanyakan berasal dari keluarga prasejahtera dan korban gempa Maluku yang terjadi akhir September 2019.

BERISI Kembali Penuhi Pangan Santri Prasejahtera di Kepulauan Maluku' photo
Para santri Pondok Pesantren Al Ansor, Maluku Tengah menyambut Tim ACT dengan antusias. (ACTNews)

ACTNews, MALUKU TENGAH - Program Beras Untuk Santri Indonesia (BERISI) dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali menyapa Kepulauan Maluku, pada Kamis (12/12) lalu. Dalam satu hari, program menyasar dua pondok pesantren, yakni Pondok Pesantren Al Anshor dan Pondok Pesantren Hidayatullah, Dusun Batu Merah, Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Sebanyak satu ton beras dengan kualitas terbaik didistribusikan kepada dua pondok pesantren tersebut. Para santri menyambut antusias, seperti 125 santri di Pesantren Hidayatullah. Para santri menyambut Tim ACT dengan rasa gembira karena mereka sedang dalam kondisi sulit pascagempa M6,5 yang mengguncang Maluku akhir November 2019 lalu.

Sudah tiga bulan para santri di Pesantren Hidayatullah tidak menempati ruang kelas saat belajar. Sebagian ruang kelas mereka rusak akibat guncangan gempa. Belum lagi menghitung rasa was-was yang timbul apabila mereka belajar di dalam ruang kelas dengan kondisi yang sudah tidak layak.

“Untuk saat ini, laki-laki belajar di pelataran pondok, sementara perempuan di dalam musala. Bahkan masih berlaku untuk sekarang, saat santri-santri memasuki masa ujian ganjil. Jadi untuk saat ini kami belum memiliki ruang kelas lagi. Kondisi ini sudah terjadi semenjak gempa yang terjadi 3 bulan lalu,” Kata Ustaz Nahrudin, salah satu pengajar di Pondok Pesantren Hidayatullah.


Santriwati di Pondok Pesantren Hidayatullah yang melakukan aktivitas belajar mengajar di dalam musala karena ruangan kelas mereka yang rusak. (ACTNews)

Bicara soal kondisi pangan juga tidak lebih baik. Untuk satu hari, Pondok Pesantren Hidayatullah memerlukan setidaknya 45 kilogram beras untuk memenuhi kebutuhan makan para santri. Santri juga tidak dipaksakan untuk memiliki bekal makanan yang cukup karena mayoritasnya berasal dari keluarga prasejahtera. Oleh karenanya, Ustaz Nahrudin mewakili pondok pesantren, bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada para dermawan yang telah membantu mereka melalui program BERISI.

Wahab Loilatu selaku Kepala Cabang ACT Maluku mengharapkan bantuan beras untuk para santri dapat bermanfaat untuk kebutuhan para santri. Ia menambahkan, ACT Maluku akan terus berikhtiar untuk menjalankan program BERISI di Kepulauan Maluku.

“Karena masih banyak pondok pesantren yang benar-benar membutuhkan bantuan. Mudah-mudahan dengan bantuan para dermawan semua, kita dapat membantu meringankan mereka yang sedang berjuang membangun bangsa ini lewat pendidikan,” kata Wahab. []

Bagikan