Berjamaah dalam Muamalah Melalui Global Wakaf

Berjamaah dalam Muamalah Melalui Global Wakaf

ACTNews, MATARAM – Penanggulangan pascabencana gempa Lombok membutuhkan waktu yang tidak singkat. Sebab, dalam prosesnya banyak hal yang perlu dipulihkan, utamanya ekonomi. Berangkat dari ekonomi yang baik dan sehat, masyarakat yang terdampak akan berangsur-angsur membaik, bahkan lebih baik. 

Fakta itu yang mendasari Global Wakaf - ACT mendirikan Warung Wakaf, salah satu program pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi ritel di mana masyarakat sendiri yang mengelolanya. Jumat (15/0), penandatangan nota kesepahaman pengelola Warung Wakaf Lombok pun dilakukan.

Kepala Cabang ACT Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Alfian memaparkan, apabila masyarakat menjalankan syariat Islam, terutama bidang muamalah, masyarakat pasti akan jauh lebih sejahtera. “Terutama jika kita kelola dengan cara berjamaah, dikelola bersama untuk kemaslahatan umat,” ungkapnya. 

Alfian menambahkan, Warung Wakaf sendiri memiliki mekanisme pengelolaan sendiri. Global Wakaf-ACT berperan sebagai supervisor, sementara kelompok masyarakat yang menjalankan aktivitas penjualan melalui pengelola masjid dan juga musala. Nantinya keuntungan akan dibagi antara pengelola dengan infak yang langsung dibagikan kepada masyarakat sekitar. 

“Sehingga Warung Wakaf tidak hanya memberikan keuntungan bagi pengelola, tetapi juga kepada masyarakat sekitar. Sebab tujuan utama dari Warung Wakaf bukan untuk bisnis, melainkan untuk kemanusiaan, membantu masyarakat agar hidup sejahtera,” kata Alfian. 

Warung Wakaf tidak memiliki rentan waktu dalam pelaksanaannya. Jika pengelolaan dilakukan secara baik dan benar, menurut Alfian, tentu akan mendatangkan banyak manfaat. Global Wakaf-ACT akan selalu mendampingi masyarakat untuk menjaga kualitas pengelolaan yang ideal, mulai dari penyediaan barang hingga sistem yang berbasis syariah. 

Pada tahap awal, Warung Wakaf akan berdiri di 10 lokasi yang tersebar mulai dari Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat. “Insya Allah Warung Wakaf akan beroperasi dalam waktu dekat. Karena ini dikelola oleh pengurus masjid dan musholla, tentu kami harapkan masjid dapat menjadi pusat kebangkitan ummat,” tuturnya.


Sementara Dedi Haris Sandi selaku salah satu warga yang turut mengelola Warung Wakaf memaparkan, nantinya program tersebut akan menjadi penopang ekonomi masyarakat sekitar. Tak hanya bagi masyarakat yang membeli, tetapi juga masyarakat yang memiliki warung-warung kecil di sekitar Warung Wakaf. 

“Seperti yang dijelaskan, Warung Wakaf nantinya akan menjual barang dengan harga grosir dan akan membina warung kecil lain di sekitarnya. Sehingga tidak akan merasa tersaingi, melainkan saling mengisi,” jelas Dedi. 

Dedi juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Global Wakaf-ACT karena sudah hadir di Lombok, mulai dari tanggap darurat gempa, recovery, hingga masa rehabilitasi ekonomi. “Kami khawatir nantinya akan ada kelangkaan bahan pokok karena banyaknya masyarakat yang membutuhkan secara serentak. Insya Allah, Warung Wakaf bisa membantu,” tuturnya. []