Berkah Air Bersih untuk Warga Garut dan Pangandaran

Humanity Water Tank mendistribusikan 10.000 liter air bersih untuk warga Desa Sukasono di Garut dan Desa Bagolo di Pangandaran. Bantuan air bersih ini menjadi berkah tersendiri bagi warga setempat yang dilanda kekeringan.

Berkah Air Bersih untuk Warga Garut dan Pangandaran' photo

ACTNews, GARUT - Memperoleh air bersih saat musim kemarau menjadi berkah tersendiri bagi warga yang tinggal di daerah yang mengalami bencana kekeringan. Hal inilah yang dirasakan warga Desa Sukasono, Kecamatan Sukawening, Garut. Ya, sudah beberapa bulan terakhir, air di Desa Sukasono menjadi langka. Imbasnya, warga hanya bisa mengandalkan air dari bak masjid yang jumlahnya pun tidak banyak. 

Fakta tersebut dilaporkan langsung oleh Adi dari tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Priangan Timur. “Jarak antara pemukiman warga Desa Sukasono dengan masjid sendiri cukup jauh. Belum lagi mereka harus sabar mengantre,” katanya. 

Bencana serupa juga terjadi di Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Berdasarkan data yang diperoleh, ratusan jiwa terkena dampaknya. Sudah beberapa bulan warga sulit mendapatkan air bersih, hanya mengandalkan air hujan dan sumur umum yang letaknya jauh dari desa. 

“Sudah beberapa bulan terakhir memang air bersih sulit didapatkan, warga hanya mengandalkan air hujan,” ungkap Indar Kusnandar, yang juga bagian dari MRI Priangan Timur. 


Sebagai bentuk kepedulian atas bencana kekeringan yang melanda Garut dan Pangandaran, ACT Tasikmalaya bersama MRI Priangan Timur pun mengirim dua Mobile Water Tank sekaligus pada Rabu (31/7). Tim mendistribusikan sebanyak 10.000 liter air bersih untuk warga Desa Sukasono dan Desa Bagolo. 

“Kiriman air bersih ini membantu warga untuk sementara dalam mendapatkan air bersih. Memasuki hari-hari ke depan yang diprediksi masih kering, harapannya sumur bor dapat menjadi solusi yang bisa membantu, apalagi daerah ini tidak memiliki jalur PDAM,” ungkap Indar. []

Bagikan