Berkah Kurban Sampai ke Warga Pulau Buru

Kurban para dermawan Global Qurban-ACT menjangkau Pulau Buru, tepian negeri yang dihuni lebih dari 100.000 jiwa. Penduduk di Pulau Buru, antara lain transmigran swakarsa yang menjadi peneroka.

Berkah Kurban Sampai ke Warga Pulau Buru' photo

ACTNews, BURU – Akan ada cerita berbeda bila kini berkunjung ke Pulau Buru. Selain nuansa sejarah bangsa yang kental, alam di sana pun menyajikan pemandangan yang indah. Sebagian besar penduduk pendahulu Pulau Buru adalah transmigran. Di awal kedatangannya, mereka membuka lahan dengan cara mengubah hutan menjadi persawahan. Kini, salah satu pulau yang berada di sisi selatan Indonesia itu dihuni oleh penduduk yang bermata pencaharian di bidang agraris, perkebunan, dan perikanan.

Tahun 2019, Global Qurban-ACT kembali menyalurkan amanah pekurban di Pulau Buru. Gema takbir mengudara dari pengeras suara di masjid Desa Namsina, Kecamatan Waplau, Kabupaten Buru. Selepas subuh, sejumlah warga telah bersiap untuk menunaikan salat Iduladha.

“Di hari pertama, 25 ekor sapi disembelih di Desa Namsina,” ungkap Yadi Frans, Koordinator Global Qurban-ACT untuk pendistribusian kurban di Pulau Buru. Kurban di Desa Namsina ini diperuntukkan bagi warga setempat. Mereka sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani, penyuling minyak kayu putih, dan nelayan.


Kepala Desa Namsina Muhammad Yasin Laitupa mengatakan, ia amat bersyukur atas berkah kurban yang sampai ke desanya. “Semoga kurban ini menjadi manfaat bagi warga Desa Namsina dan menjadi amal ibadah bagi para donatur,” kata Yasin. Kurban di Desa Namsina pun tidak hanya dibagikan bagi masyarakat di sana, melainkan dibagikan juga ke masyarakat di desa-desa lain.

Menurut cerita Yasin, daging kurban sangat berarti bagi warga Desa Namsina yang penghasilannya sangat bergantung pada alam. “Pertanian di sini kan berdasarkan musim. Kalau pada musim hujan, masyarakat banyak bercocok tanam. Kalau suasana laut baik, masyarakat menjadi nelayan,” katanya.[]

Bagikan