Berkah Sumur Wakaf Sampai ke MI Mathla’ul Anwar

Masih banyak kekurangan fasilitas di Madrasah Ibtidaiah (MI) Mathla’ul Anwar, Kampung Cipadu, Kabupaten Bogor. Salah satunya keterbatasan MCK, di mana para murid mesti pulang ke rumah terlebih dahulu jika ingin buang hajat.

bantuan sumur
Sumur Wakaf yang dibangun di MI Mathla’ul Anwar juga dapat digunakan oleh masyarakat secara umum. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR – Madrasah Ibtidaiah (MI) Mathla’ul Anwar merupakan satu-satunya fasilitas pendidikan yang ada di Kampung Cipadu, Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajayam Kabupaten Bogor. Jika ingin melanjutkan ke tingkat SMP atau SMA, anak-anak mesti mencari sekolah di luar kampung atau langsung ke Kota Lebak, Banten, yang berjarak sekitar 20 kilometer.

Walaupun satu-satunya di Kampung Cipadu, sekolah ini masih dapat dikatakan kurang secara fasilitas. Hanya tiga ruangan untuk kegiatan belajar mengajar, tanpa ruang guru, tanpa perpustakaan serta sarana MCK.

Kesulitan fasilitas ini cukup menjadi kendala dalam kegiatan sekolah, salah satunya ketika siswa ingin buang air. “Ketika anak-anak ingin buang hajat, selalu lari ke rumah yang jaraknya cukup jauh, kadang-kadang enggak balik lagi karena sudah selesai jam pelajaran,” ucap Ade salah seorang guru kelas 1 dan 2.


Untuk kebutuhan kebersihan sekolah, misalnya mengepel, para guru dan siswa saat ini masih bergotong-royong membawa air dengan ember dari pemukiman warga yang berjarak cukup jauh.
“Di sisi lain, masyarakat sebenarnya menghadapi permasalahan yang hampir sama. Sumur-sumur gali di pemukiman warga hanya memiliki kedalaman 3-5 meter sehingga apabila memasuki musim kemarau, beberapa sumur mengalami kekeringan,” ujar Mock Nurul Ramadhan dari Tim Global Wakaf-ACT pada Selasa (31/8/2021) kemarin.

Pihak sekolah MI Mathla’ul Anwar sudah sejak lama ingin mengusahakan sarana MCK di sekolah, yang sekaligus dapat digunakan juga bagi masyarakat secara umum. Tetapi selalu terkendala oleh berbagai keterbatasan.

Global Wakaf-ACT membantu MI Mathla’ul Anwar melampaui kendala ini. Satu unit Sumur Wakaf komunal pun selesai dibangun pada awal Juni lalu. “Ada 95 siswa dan lebih dari 600 jiwa masyarakat umum yang kita sasar melalui pembangunan Sumur Wakaf ini. Harapannya selain melancarkan proses belajar mengajar, juga dapat menopang kebutuhan masyarakat Kampung Cipadu yang belum memiliki MCK pribadi,” harap Nurul. []