Berkat Sedekah, Masjid Layak untuk Warga Cihurang Segera Terwujud

Sedekah dari para dermawan mewujudkan harapan warga Kampung Cihurang, Tasikmalaya untuk memiliki masjid yang layak.

Proses awal pembangunan Masjid Al Ikhlas di Kampung Cihurang, Desa Cijayana, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut. (ACTNews/Atip Purnama)

ACTNews, TASIKMALAYA – Warga Kampung Cihurang, Desa Cijayana, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, bersyukur karena Musala Al Ikhlas di kampung mereka akan segera dilakukan. Pertengahan Desember ini, satu-satunya musala di desa itu direnovasi.

Rumah ibadah yang didirikan tahun 2000 lalu, hanya berukuran 5x3 meter. Saat tim ACT Tasikmalaya datang pada Juli lalu, kondisinya masih tidak memadai. Bangunan masih berdinding kayu. Sering kali sebagian warga kampung harus ikut ke masjid lain yang jaraknya cukup jauh.

Koordinator Program ACT Tasikmalaya M. Fauzi Ridwan menerangkan, pembangunan masjid dimulai pada 20 Desember atas sedekah para dermawan. Pengerjaan pembangunan akan dilakukan dalam masa kerja 35 hari, sehingga tahun depan, warga cukup memiliki masjid memadai.

“Alhamdulillah, bangunan akan lebih besar, berkuran 9x9 m, kami juga berterima kasih kepada para donatur yang sudah sama-sama mengikhtiarkan terwujudnya masjid ini. Mohon doanya semoga pembangunan berjalan dengan lancar,” ungkap Fauzi Selasa (22/12).

Rasa syukur dan bahagia juga disampaikan Dedi selaku DKM Masjid Al Ikhlas Cihurang. Ia bersyukur sebab masyarakat bisa menjalankan sejumlah ibadah sosial keagamaan di tempat yang lebih baik. Selain salat berjamaah, di Musala Al Ikhlas, warga juga sering menggunakan sebagai tempat mengaji atau majelis pengajian ibu-ibu setiap minggu.

“Butuh waktu sekitar 20 tahun warga berikhtiar mendapatkan masjid layak. Setelah masjid direnovasi, kegiatan keagamaan dan memakmurkan masjid akan terus ditingkatkan dari kualitas maupun kuantitas. Atas nama DKM, mewakili masyarakat, saya mengucapkan rasa syukur dan terima kasih banyak kepada ACT dan para donatur atas bantuan sedekah jariah dan wakaf untuk mewujudkan Masjid Al Ikhlas,” ungkap Dedi.

Hal yang sama pun disampaikan oleh Usep, salah satu warga Cihurang. Ia mengaku, saat ini dan selama masjid direnovasi, warga harus berjalan kaki sekitar 30 menit untuk salat berjamaah.  “Hanya doa-doa terbaik yang kami langitkan untuk ACT dan para donatur. Saat ini, untuk mencapai masjid terdekat, jika cuaca baik, butuh waktu hampir satu jam pulan-pergi dengan kondisi jalan naik turun. Sebaliknya jika cuaca buruk tidak bisa berangkat,” kata Usep.[]