Berkurban Sejak Kecil, Cara Zain Berbagi Kebaikan

Berkurban Sejak Kecil, Cara Zain Berbagi Kebaikan

Berkurban Sejak Kecil, Cara Zain Berbagi Kebaikan' photo

ACTNews, BANJARMASIN - Belajar menunaikan ibadah kurban sejak kecil, itulah yang diterapkan Yuli Hartati kepada anaknya, Zain. Bernama lengkap Ahmad Yusuf Zain, bocah berusia 6 tahun yang sudah tercatat sebagai pekurban di Global Qurban sejak tahun 2018. Meski Zain belum memahami makna kurban sepenuhnya, ia mengerti niat berkurban adalah untuk berbagi.

Yuliharti, ibunda Zain mengisahkan, dirinya sebagai orang tua merasa memiliki kewajiban untuk memberikan ajaran agama Islam kepada anaknya, termasuk menunaikan ibadah kurban saat Hari Raya Iduladha. Maka, Yuli memberikan kesempatan kepada Zain untuk berkurban atas namanya sendiri.

“Zain belum mampu menabung karena belum mengerti nominal uang. Kami hanya membiasakan kepada Zain, setiap uang yang kami kasih adalah untuk sedekah. Alhamdulillah, Zain jadi tidak suka jajan, yang dia tahu hanya uang itu ya untuk sedekah. Sejak itu lah kami inisiatif uang yang terkumpul untuk membeli hewan kurban,” jelas Yuliharti.

Kesungguhan Zain untuk belajar juga membuat Yuli dan suami terus memberikan penghargaan kepada anaknya. Menurut cerita Yuliharti, Ramadan 2018 lalu, Zain sudah mulai belajar untuk berpuasa walau hanya setengah hari.  Tak selesai di sana, Zain yang kala itu masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) A pun juga meminta izin untuk ikut iktikaf di masjid.

“Satu yang buat kami kaget, tak hanya puasa, Zain juga meminta izin kepada kami untuk iktikaf di masjid. Bangga rasanya dia punya keinginan besar, jadi kami beri dia penghargaan,” tambah Yuliharti.

Berbincang dengan Zain melalui telewicara, ada kalimat tak terduga yang terucap darinya. Secara gamblang dan lugu, Zain menjelaskan makna berkurban bagi umat Muslim. “Aku beli hewan kurban, nanti disembelih, terus dagingnya untuk orang banyak, untuk teman-temanku. Kemarin (Iduadha 2018) aku kurban untuk teman-teman di Palestina,” tuturnya.

Cinta kasih Zain untuk Palestina

Kecintaan Zain terhadap Palestina berawal ketika orang tuanya bercerita pengalamannya berkunjung ke Masjid Al-Aqsa, Yerusalem pada Mei 2018. Sejak saat itu, kata Yuliharti, Zain menjadi sangat sensitif ketika mendengar apapun kabar yang datang dari teman-temannya di Palestina.

“Apalagi kalau Zain melihat akun instagram Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang menayangkan kondisi penduduk Palestina, terutama anak-anak, Zain bisa menangis,” ungkap Yuliharti.

Zain pun punya harapan untuk bisa bertemu teman-temannya langsung di Tanah Palestina. Harapan itu selalu dituturkan Zain lewat doa selepas menunaikan salat lima waktu. Seperti Ahad (3/3), lewat rekaman video yang dikirimkan Yuli tampak Zain tengah berdoa dan menuturkan harapannya.

“Kami mau ke Palestina, Ya Allah, tapi jangan dihancurkan rumah-rumahnya, kasihkan dia rejeki Ya Allah. Kami ingin ke Palestina, bertemu teman-teman Ya Allah. Berikanlah dia mainan Ya Allah, dia pasti belum punya mainan ya Allah. Berikanlah dia mainan ya Allah, aamiin,” begitu tutur Zain ketika mendoakan teman-temannya di Palestina.

Yuli mengaku terharu ketika menyaksikan kepedulian anaknya terhadap kondisi penduduk Palestina yang tengah dirundung krisis kemanusiaan. “Kami mohon doa, semoga keinginan Zain untuk pergi ke Palestina dapat dikabulkan Allah. Zain ingin berbagi mainan untuk teman-teman di sana katanya,” kata Yuliharti.

Zain yang sepenuh hati ingin mempelajari agama dengan menunaikan ibadah telah menuntun Zain untuk terus berbuat kebaikan. Salah satunya lewat berbagi daging kurban yang diterapkan keluarganya bahkan sejak Zain berusia 3 tahun. “Tahun ini Zain mau berbagi daging kurban ke Palestina lagi,” tutupnya. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan