Bermula dari Kerja Sama Wakaf, Kini Prof. Hariyadi Menjadi Wakif

Tak perlu menunggu waktu lama sampai Prof. Dr. Hariyadi, MP, mewakafkan 20% hasil usahanya lewat Global Wakaf - ACT. Keputusan berwakaf itu diawali dengan kerja sama yang ia lalui bersama Global Wakaf - ACT, yang ia harap juga dapat memajukan pertanian, sebuah bidang ia geluti sekarang.

Bermula dari Kerja Sama Wakaf, Kini Prof. Hariyadi Menjadi Wakif' photo
Serah terima Piagam Ikrar Wakaf dari Global Wakaf - ACT kepada Prof. Hariyadi. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, MALANG – Prof. Dr. Hariyadi, MP, terbilang belum lama mengenal Global Wakaf – ACT. Kala itu ia berpartisipasi dalam kerja sama pengembangan lahan seluas 500 hektare untuk para petani yang berada di Malang, Jawa Timur. Ia yang memang berkecimpung di dunia pertanian berharap hasil dari program ini dapat memberdayakan para petani.

Selama ini kan petani padi khususnya, di Jawa Timur maupun di Indonesia keluhan utamanya adalah tidak ada kepedulian pada saat para petani membutuhkan sarana produksi tani (saprotan). Misalnya benih yang bagus, pupuk yang tersedia tepat waktu. Dan yang paling krusial pada saat petani panen, tidak ada kepedulian tentang bagaimana para petani ini bisa mendapatkan penghasilan yang layak,” kata Prof. Hariyadi pada helatan Waqf Business Forum di Malang pada Ahad (22/11) lalu.

Prof. Hariyadi yang kini mengelola Pusat Kajian Pertanian Organik Terpadu (PKPOT) pun ikut senang bisa ada dalam kolaborasi ini. Apalagi saat mengetahui bahwa berbagai produk yang ia jual digunakan langsung untuk saprotan tadi. Tidak butuh waktu lama, belakangan akhirnya Prof .Hariyadi yang tadinya hanya bekerja sama, ikut menjadi wakif untuk Global Wakaf – ACT.


“Program tanam padi 500 hektare di Malang itu, kok yang dipilih benih saya? Benih dan SOP, termasuk pupuk yang akan dipakai. Sehingga kami merasa ini suatu kebersamaan yang sangat bermanfaat untuk umat, sehingga kami bismillah mewakafkan keuntungan 20% itu,” ungkap Prof Hariyadi.

Ia berharap dengan wakafnya PKPOT, usaha ini bisa menjadi lebih berkah dalam perjalanannya. “Kemarin kami berinteraksi dengan Global Wakaf – ACT ini sekitar 3 bulan, merasa ini waktu yang tepat saya ingin berinfak atau semacam wakaf dari hasil usaha kami yang ada di PKPOT itu sehingga menjadikan usaha yang berkah,” terang Prof Hariyadi.

Untuk ke depannya, Prof. Hariyadi bersama PKPOT juga akan terus mengawal jalannya program ini. “Kami sangat berharap nanti mudah-mudahan ke depannya kami bisa mengawal program penanaman dari Global Wakaf – ACT untuk petani yang ada di Malang dan sekitarnya, yang rencananya akan diberikan modal menanam. Sehingga keberhasilan itu akan dirasakan oleh petani-petani yang ada,” pungkasnya.[]

Bagikan

Terpopuler