Bersama ACT, Mercy Relief Singapura Bantu Tangani Pandemi di Bogor dan Lebak

Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Mercy Relief Singapura mendistribusikan ratusan paket alat kebersihan kepada warga di Kota Bogor dan Kabupaten Lebak pada pertengahan Mei lalu. Selain itu tim juga membangun sejumlah fasilitas kebersihan dan melakukan penyemprotan disinfektan guna mencegah penyebaran Covid-19 di daerah yang beberapa bulan lalu terdampak banjir.

Salah seorang warga mencoba fasilitas wastafel yang baru saja dibangun ACT dan Mercy Relief Singapura. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR, LEBAK – Bersama Mercy Relief Singapura, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan bantuan berupa fasilitas kebersihan dan penyemprotan disinfektan. Pendistribusian dilakukan pada pertengahan Mei lalu di Kota Bogor dan Kabupaten Lebak. Bantuan senilai sekitar Rp 1,7 Miliar ini sebagai salah satu upaya mengatasi Covid-19 di Indonesia.

“Ada 574 kepala keluarga yang menjadi penerima manfaat dari bantuan alat-alat kesehatan yang kami distribusikan. Selain itu ada juga sejumlah fasilitas kebersihan yang kami berikan, antara lain wastafel dan tangki air, serta penyemprotan disinfektan,” kata Hidayatun Nisak dari Tim Global Philantropy Network - ACT pada Jumat (29/5) ini.

Khairul Massuan selaku Senior Manager International Programme Mercy Relief Singapura berterima kasih kepada ACT atas kerja sama mereka dalam membantu masyarakat. Menurutnya, bantuan yang diberikan ACT benar-benar sampai tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan.

“Kami amat berterima kasih dan berpuas hati dengan kolaborasi bersama ACT. Mereka dapat mengenal dengan pasti kelompok masyarakat yang benar-benar memerlukan dan tepat sasaran. Pemberian bantuan juga dilaksanakan dengan penuh ketulusan dan profesional,” Khairul.


Tim dalam kerja sama ACT dan Mercy Relief Singapura sedang menyemprotkan disinfektan. (ACTNews)

Mercy Relief Singapura sebelumnya telah bekerja sama dengan ACT dalam memberi bantuan kepada warga terdampak banjir pada awal 2020 di wilayah Jabodetabek dan Banten. Mereka kembali menyapa masyarakat Indonesia dikarenakan banyak korban banjir pada awal 2020 lalu yang menurut mereka rentan terhadap virus Covid-19.

“Mereka yang berisiko terjangkit Covid-19 adalah korban-korban banjir tahun 2020 juga, karena kondisi tempat tinggal mereka yang belum layak. Mereka juga masih belum mendapat bantuan sarana dan prasarana untuk kebersihan yang lengkap. Ini meningkatkan risiko mereka terjangkit virus,” tutur Khairul.


Khairul berharap, kerja sama ini akan berlanjut terus ke depannya. Apalagi menghadapi masa-masa darurat seperti Covid-19 yang terjadi seperti sekarang. “Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan ACT dalam memberi bantuan kemanusian. Demi membantu mereka yg memerlukan dalam masa-masa darurat,” imbuhnya.

Mercy Relief adalah salah satu mitra internasional ACT, lembaga bantuan bencana independen di Singapura. Organisasi ini berfokus pada program-program berkelanjutan jangka panjang di lima bidang utama, yaitu air dan sanitasi, tempat tinggal, mata pencaharian berkelanjutan, layanan kesehatan dan pendidikan. []