Bersama ACT, Muda Hijab Antarkan Beras untuk Santri di Sukabumi

Program Beras untuk Santri Indonesia terus berjalan hingga hari ini. Pada Rabu (14/10) lalu giliran pesantren di Sukabumi yang mendapatkan kepanjangan tangan kebaikan dari masyarakat tersebut.

Santri di Sukabumi membantu memindahkan beras yang ACT bawa ke gudang logistrik pesantren. Beras ini merupakan bagian dari aksi program BERISI. (ACTNews/Irvan)

ACTNews, SUKABUMI – Di tengah pandemi Covid-19, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus meluaskan kepedulian ke kalangan pesantren lewat program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI) yang telah satu tahun belakangan ini berjalan. Kali ini, giliran Pesantren Ukhuwwah Islamiyah yang ada di Desa Cikembar, Kabupaten Sukabumi yang mendapatkan distribusi beras dari ACT. Bersama Muda Hijab, ACT mengirimkan beras pada Rabu (14/10) kemarin.

Sambutan bahagia pun datang dari santri ketika mengetahui tim ACT bersama Muda Hijab tiba di tempat mereka menimba ilmu. Selepas salat zuhur, santri membantu memindahkan 300 kilogram beras dari kendaraan yang Muda Hijab dan ACT bawa ke gudang persediaan makanan pesantren.

Alhamdulillah, ada bantuan beras melalui program BERISI sehingga kebutuhan makan santri dalam beberapa waktu ke depan akan tercukupi. Semoga dengan adanya bantuan ini membuat santri lebih bersemangat menimba ilmunya,” ungkap Ustaz Thalhah di depan para santri saat menerima beras secara simbolis.

Pesantren Ukhuwwah Islamiyah merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang menggratiskan seluruh biaya pendidikan santrinya. Tak hanya itu, pesantren juga menggratiskan biaya pemondokan hingga makan santri. Tak ada kemewahan di area sumber pendidikan ini. Para santri pun diajarkan untuk hidup mandiri dan terus mendalami ilmu agama.

Total santri yang bermukim di kompleks pesantrern sebanyak 34 santri ikhwan dan 37 santri akhwat. Kamar yang tersedia berukuran 9x4 meter persegi dan normalnya ditempati oleh 34 santri. Karena jumlahnya yang melebihi kapasitas, maka sebagian santri ada yang harus tidur di masjid atau aula sekolah.

“Kenapa tempat pendidikan ini menggratiskan seluruh pelayanannya, karena itulah sejatinya pendidikan dalam agama Islam,” ungkap Ustaz Thalhah.

ACT sendiri hingga saat ini masih terus menjalankan program BERISI bagi pesantren prasejahtera atau memberikan pendidikan gratis bagi santri kurang mampu. Per 11 Oktober, tercatat ACT telah mendistribusikan lebih dari 17.400 kilogram beras untuk pesantren di 23 kota/kabupaten. Jumlah ini pun akan terus bertambah seiring dengan terus tersalurkannya dana masyarakat yang bersedekah lewat program ini.

Bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk program BERISI, bisa mengunjungi laman Indonesia Dermawan. Nantinya, dana yang terkumpul akan diimplementasikan untuk program-program kebaikan.[]