Bersama ACT, Sekolah Islam Athirah Siap Bangun Sumur Wakaf Palestina

Krisis air yang melanda Palestina akibat penjajahan Israel mendapat perhatian dari Sekolah Islam Athirah, Makassar. Di awal Juni ini, bersama semua unsur sekolah, mereka menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk mendukung program Sumur Wakaf di Palestina.

Penyerahan Piagam Kemanusiaan dari ACT untuk SI Athirah, Makassar karena telah terlibat dalam aksi nyata wujudkan sumber air di Palestina. (ACTNews)

ACTNews, MAKASSAR – Di tengah krisis kemanusiaan di Palestina, kepedulian dari bangsa Indonesia terus mengalir. Berbagai elemen masyarakat berbondong-bondong mengirimkan dukungannya dan dititipkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Kali ini, Sekolah Islam (SI) Athirah yang berlokasi Jalan Kajaolalido, Ujung Pandang, Kota Makassar menyerahkan bantuan kemanusiaan yang terkumpul dari siswa, staf, guru hingga wali murid senilai lebih dari Rp121 juta. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur SI Athirah, Syamril, Jumat (11/6/2021).

“Sudah berjalan sekitar lima tahun SI Athirah dan ACT melakukan kolaborasi peduli Palestina. Dan alhamdulillah hari ini sekolah kami kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari 121 juta rupiah. Donasi ini pun terkumpul dari siswa-siswa, bahkan yang masih duduk di bangku SD ikut bersedekah. Dengan kreativitas, mereka ikut terlibat dalam misi kemanusiaan ini, ada yang sumbangkan celengannya sampai melelang mainan,” ungkap Syamril.

Nantinya, bantuan kemanusiaan dari SI Athirah akan digunakan untuk pembangunan Sumur Wakaf untuk menyediakan air bersih bagi penduduk Palestina. Pembangunan sumur akan didukung oleh tim Global Wakaf-ACT yang ada di Palestina.

Kepala Cabang ACT Sulawesi Selatan, Maskur, yang menerima langsung penyerahan bantuan ini menyambut baik tujuan SI Athirah untuk menghadirkan sumber di Palestina. Apalagi, kolaborasi ini juga melibatkan semua unsur di sekolah, mulai dari staf dan guru, murid hingga wali murid. Maskur mengatakan, ACT akan menyalurkan bantuan kemanusiaan tersebut secara transparan dan amanah.

“Kolaborasi kemanusiaan antara SI Athirah dan ACT sangat bermanfaat kepada saudara kita di Palestina yang hingga kini tengah merasakan penjajahan,” ungkap Maskur.

Perlu diketahui 97 persen air di Gaza saat ini tercemar limbah dan bahan kimia berbahaya. Air tersebut tak layak konsumsi. Sehingga, diperlukan ikhtiar maksimal untuk mencari solusi permasalahan ini.

ACT sendiri sebelumnya telah membangun Sumur Wakaf sebagai sumber air bersih penduduk Palestina di beberapa titik. Armada kemanusiaan Humanity Water Tank juga selalu bersiaga untuk mendistribusikan air bersih langsun ke rumah-rumah. Melalui dukungan Kantor Cabang ACT di Gaza, bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia akan tersalurkan tepat sasaran.[]