Bersama Bangkitkan Optimisme Bangsa

Gerakan Bangkit Bangsaku yang diinisiasi Aksi Cepat Tanggap juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh, antara lain penulis senior Tjahjadi Gunawan dan Ustaz Fariz BQ.

Salah satu penerima manfaat Operasi Pangan Gratis di Tasikmalaya. (ACTNews/Muhajir Arif)

ACTNews, JAKARTA – Gerakan Bangkit Bangsaku yang diinisiasi Aksi Cepat Tanggap disebut penulis senior Tjahjadi Gunawan sebagai penawar dahaga di tengah pandemi Covid-19. Tjahjadi berharap optimisme ini mampu tersebar ke seluruh penjuru negeri.

“Gerakan bangkit bangsaku sudah sebaiknya disambut semua pihak oleh stakeholder di negara ini sehingga gerakan bangkit bangsaku bisa menjadi gerakan nasional di seluruh Indonesia,” kata Tjahjadi kepada ACTNews, bertepatan dengan peluncuran gerakan Bangkit Bangsaku, Rabu (30/9).

Menurut Tjahjadi, ajakan ini penting sebab pandemi identik dengan kematian dan kemiskinan. Ia juga mengatakan, pandemi yang berimplikasi resesi membuat sejumlah orang kehilangan pekerjaan akibat PHK dan kemiskinan meningkat sehingga semua pihak harus saling menebarkan semangat kebangkitan bangsa.

Selain Tjahjadi, tokoh agama Ustaz Faris BQ juga mengajak umat meningkatkan keimanan dan mempererat persatuan di tengah pandemi saat ini. Jika dalam konteks sekarang yang dunia sedang dilanda pandemi Covid-19, setiap orang bisa meningkatkan keimanan dari rumah bersama keluarganya. Terbatasnya pertemuan pun bisa dimanfaatkan untuk mempererat persatuan. Ketika semua orang bisa mematuhi protokol kesehatan, lanjut Ustaz Fariz BQ, hal itu sudah menjadi kebaikan bersama.

Selain iman dan persatuan, Ustaz Faris mengatakan, sedekah juga menjadi hal lain yang tidak kalah hebat dalam menghadapi pandemi. “Pandemi Covid-19 tak hanya membawa dampak buruk pada kesehatan, tetapi juga ekonomi yang terpuruk. Untuk mengatasinya, sedekah baik dalam bentuk infak, zakat, hingga wakaf dapat menjadi solusi. Jangan pernah lupakan manfaat besar sedekah,” tambah ustaz alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir itu.[]