Bersama Bantu Kesembuhan Firman dan Putri, Kakak Beradik Difabel

Firman dan Putri, kakak beradik asal Padang, Sumatra Barat, kini memiliki harapan besar untuk sembuh. ACT Sumbar yang melakukan pendampingan sejak awal Juni lalu mendaftarkan mereka ke sekolah formal. Selain itu, di akhir Juli ini mereka juga melakukan pemindaian medis untuk mengetahui sakit yang derita untuk menentukan pengobatan selanjutnya.

Bersama Bantu Kesembuhan Firman dan Putri, Kakak Beradik Difabel' photo

ACTNews, PADANG  Firman (19) dan Putri (17) adalah kakak beradik asal Padang yang terlahir difabel. Mereka mengalami keterlambatan berkembang. Akibatnya, kakak-adik yang terpaut usia dua tahun ini tak pernah mengenyam pendidikan sekolah formal.

Keterbatasan biaya akibat perekonomian keluarga yang masih prasejahtera menjadi faktor utama tak terlaksananya pengobatan serta pendidikan Firman dan Putri. Kakak beradik tersebut diurus oleh ibu mereka, Yeni, yang kini menjadi orang tua tunggal. Konflik pribadi dengan suaminya membuat mereka berpisah beberapa pekan lalu. Sekarang Yeni harus mengurus anaknya sendiri sambil dibantu oleh orang tuanya.

Yeni bekerja sebagai penjual pepaya milik orang lain di pasar. Sedangkan Mansurman (46), ayah Firman dan Putri, adalah pengemudi ojek dengan penghasilan tak menentu. Pendapatan keluarga ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian, namun tak sampai untuk pengobatan serta pendidikan Firman dan Putri.

Sebelum kepergian Mansurman, orang tua Firman dan Putri bergilir menjaga anaknya. Yeni menuturkan, saat pagi suaminya mengojek, Yeni yang menjaga. Sedangkan ketika siang, Yeni harus berjualan dan sang suami yang mendapat giliran menjaga anaknya. “Untuk menjaga Firman perlu tenaga ekstra. Biasanya kalau dia sudah mandi saya suruh duduk sambil diikat di bangku. Kalau enggak diikat, dia bisa kabur dan makan pasir atau tanah. Sedangkan Putri belum bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.


Mengetahui kondisi itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatra Barat sejak awal Juni lalu melakukan pendampingan medis kepada Firman dan Putri. Pada Selasa (30/7) kakak beradik ini menjalani pemindaian magnetis untuk mengidentifikasi penyakit yang ada di dalam tubuh (MRI) di salah satu rumah sakit di Padang.

Aan Saputra dari tim ACT Sumbar mengatakan, hasil pemeriksaan medis ini akan keluar pada Kamis (1/8) mendatang. Nantinya, hasil pemeriksaan kesehatan tersebut akan mempermudah tindakan medis yang akan diambil ke depannya. “Lewat program Mobile Social Rescue, ACT Sumbar akan terus mendampingi Firman, Putri dan keluarganya,” ungkapnya, Selasa (30/7).

Sebelumnya, ACT Sumbar juga sudah mendaftarkan sekolah formal untuk Firman dan Putri. Mereka akan bersekolah di sekolah khusus difabel. Selain itu, penggalangan dana secara daring melalui www.kitabisa.com/bantudifabelsumbar juga masih berlangsung hingga 62 hari ke depan. Masyarakat luas dapat ikut membantu penyebuhan, pendidikan serta perbaikan ekonomi keluarga Firman serta Putri.[]

Bagikan