Bersama Dengan Pendampingan, Usaha Sarah Terus Berkembang

Melalui bantuan modal dan pendampingan dari Wakaf UMKM, Sarah Hilda mengaku mendapatkan banyak ilmu serta motivasi. Ia pun kini terus mendorong usaha produksi kuenya kembali bangkit melewati pandemi.

bantuan modal umkm
Sarah memproduksi beragam kue kering seperti nastar, kue sus, hingga kukis. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Berjalan selama tiga tahun, usaha produksi kue Wawa Snack yang dirintis Sarah Hilda akhirnya menemui sandungan yang cukup besar di masa pandemi. Sebagian modal yang ia punya terpakai juga untuk menutupi kebutuhan harian.

“Waktu awal pandemi terasa banget ya, penurunan dari omzetnya. Karena perkantoran tutup dan dari segi penjualan berkurang. Jadi antara modal dan pengeluaran rumah tangga agak kecampur,” ungkap Sarah ketika ditemui di rumahnya di Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (16/9/2021) lalu.

Selepas satu tahun lebih pandemi berjalan, Sarah berikhtiar membangkitkan lagi usahanya sebab ia melihat pesanan kembali masuk, dan ada peningkatan lagi dari segi pemasukan. Ikhtiar ini pun didukung oleh Global Wakaf-ACT dan ZIS Rohis Lintasarta melalui program Wakaf UMKM. Bantuan diberikan kepada Sarah pada pada pertengahan Juni lalu.


Selain mendapatkan modal, Sarah juga terus mengikuti pendampingan yang diberikan. Bagi dia, pendampingan ini cukup bermanfaat bagi pengembangan usaha. “Karena dengan adanya pendampingan kita diarahkan bagaimana untuk mengelola usaha dari omzet, dari makanan apa saja yang lebih bisa diterima masyarakat di masa sekarang. Jadi lebih terarahkan aja, lebih merasa ada yang mengoreksi,” jelas Sarah.

Berkat motivasi dari pendampingan pun, Sarah pun sempat mencoba inovasi untuk produk kue sus. Ia mencampurkan isian kue sus dengan beberapa bahan kue lain. “Saya coba mix, alhamdulillah ketemu (rasanya). Sudah masuk pasar. Mudah-mudahan jadi ikon seperti harapan pendamping saya,” harap Sarah.

Sarah pun mendapatkan bantuan tahap kedua pada bulan September ini. Dengan modal yang diberikan, ia berencana membeli bahan-bahan baku dan peralatan lebih banyak lagi. Ia pun berharap ke depannya dapat membuka toko sendiri untuk produknya. “Dari modal ini kita mempersiapkan untuk usaha yang lebih besar lagi. Begitu harapannya,” ujar Sarah. []