Bersama Gerobak Sederhana, Imas Jajakan Dagangan Keliling Kota

Masamah (55) atau akrab disapa Imas, kini menggantungkan penghidupan lewat berjualan kopi dan makanan ringan. Bahan-bahan berjualan ia dapatkan dari hasil berutang dari warung di dekat rumahnya.

borong dagangan
Biasanya dalam satu hari, Imas bisa mendapatkan penghasilan kotor hingga Rp90 ribu. (ACTNews)

ACTNews, KOTA BOGOR – Masamah (55) masih berjuang di pinggir Jalan Cimanggu Barata, Tanah Sareal, Kota Bogor. Ia mendorong gerobak sederhana yang serupa kereta bayi. Beberapa renceng minuman saset tergantung di gerobak tersebut.

“Biasanya Ibu keluar rumah dari jam 10 pagi, sampai nanti jam 10 malam,” ujar wanita yang akrab disapa Imas ini, saat ditemui Tim Global Wakaf-ACT pada Senin (23/8/2021) kemarin.

Untuk bahan berjualan, Imas akan berutang terlebih dahulu di warung dekat rumah. Saking sering berutang, Imas bahkan hafal betul berapa jumlah yang harus dikembalikan. “Biasanya pendapatan itu sekitar Rp90 ribu sehari. Kalau dikurangi utang, ya keuntungan bersihnya Rp25 ribu,” jelas Imas.


Suami Imas baru saja meninggal bulan Februari lalu, sehingga hanya dari jualan makanan dan minuman ringan, Imas menggantungkan kebutuhan hidup. Di usia tua, berdagang berkeliling kota bukan hal mudah. Tetapi Imas bukan orang yang mudah menyerah dan terus berharap usahanya dapat berkembang.

Di hari itu, Global Wakaf-ACT ingin membantu Imas pulang dan beristirahat lebih awal. Tim memborong seluruh dagangan Imas dan mengajak dia ke tempat yang cukup ramai. Di sana masyarakat yang kebetulan lewat, akhirnya turut menikmati dagangan Imas yang telah diborong melalui program Borong Dagangannya Tambahin Modalnya.

"Alhamdulillah neng, makasih banget, ya. Uang ini akan Ibu gunakan untuk bayar utang dan bayar kontrakan. Alhamdulillah, Ya Allah, Ibu enggak nyangka," ucap Imas sambil memeluk tim yang bertugas. []