Bersantap sambil Peduli ala Ayam Geprek Sa’i

Salah satu restoran ayam geprek di Yogyakarta ini terus menebarkan manfaat melalui menu "paket kemanusiaan" yang mereka miliki.

Bersantap sambil Peduli ala Ayam Geprek Sa’i' photo
Manager Ayam Geprek Sa'i Nana Priyatna bersama Tim ACT DI Yogyakarta. (ACTNews)

ACTNews, YOGYAKARTA   Berwirausaha tetapi tetap aktif donasi untuk kemanusiaan? Tentu bisa. Seperti salah satu warung kuliner di Yogyakarta yakni Ayam Geprek Sa’i. Mengangkat konsep "paket kemanusiaan", kuliner dengan menu khas ayam geprek ini menyisihkan hasil penjualan untuk membantu pemulihan bencana di tanah air, dampak konflik Israel-Palestina, serta bantuan untuk pengungsi Suriah.

Melalui program shopping charity yang berkolaborasi bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ayam Geprek Sa’i rutin menyalurkan bantuan kemanusiaan sejak 2018. Hingga 2020, total bantuan yang disalurkan sudah terkumpul lebih dari Rp400 juta.  

“Kita punya menu 'paket kemanusiaan'. Jadi, ketika pelanggan membeli menu ini, mereka otomatis turut berdonasi,” ungkap Manager Ayam Geprek Sa’I, Nana Priyatna, Senin (27/1). Sebesar Rp5 ribu rupiah akan langsung dimasukan sebagai donasi ketika pelanggan membeli menu paket kemanusiaan ayam geprek Rp20 ribu. Donasi tersebut kemudian disalurkan melalui program shopping charity ACT DI Yogyakarta.

Menurut Nana, usaha berkah ketika nikmat atas kesuksesan tidak hanya bisa dirasakan sendiri, namun juga bisa dirasakan bersama. Ia berharap, rumah makan yang ia kelola dapat memberi manfaat seluas-luasnya. Selain shopping charity, Ayam Geprek Sa’i juga mengadakan program "Jumat Berkah", yakni berbagi ratusan makanan untuk masyarakat sekitar secara gratis. 

“Setiap Jumat, kita sediakan sampai ratusan paket geprek secara gratis untuk masyarakat sekitar. Sebelumnya, kita bagi kupon untuk masyarakat terlebih dahulu. Nah kupon itu nanti dapat ditukar dengan makanan di sini,” cerita Nana.

Saat ini warung makan Ayam Geprek Sa’i sudah memiliki 123 cabang yang berada di hampir seluruh penjuru nusantara, antara lain Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa.

Nana juga mengajak para pengusaha lain untuk tidak hanya memprioritaskan keuntungan, tetapi juga manfaat untuk sekitar. “Jangan takut untuk menyisihkan harta kita, harta itu tidak hilang dan kita tidak akan rugi, karena insyaallah, Allah akan menggantinya lebih banyak,” kata Nana.

Saat berkunjung, Tim Program ACT DIY Kharis Pradana juga mengharap hal serupa. Ia berharap semakin banyak pengusaha di Yogyakarta yang mengikuti jejak Nana. “Semoga pengusaha atau wiraswasta lain bisa mengikuti jejak Pak Nana yang juga membagikan maslahat,” pungkas Kharis.[]


Bagikan