Bersiap Mengantarkan Kebahagiaan Kurban ke Tepian Negeri

Menyapa masyarakat tepian negeri menjadi agenda yang tidak boleh tertinggal dalam setiap implementasi Global Qurban. Dengan ikhtiar kuat, Global Qurban mengantarkan daging kurban untuk masyarakat yang tinggal di wilayah terdepan nusantara. Kini, Global Qurban kembali bersiap menyalurkan kurban menyapa lebih banyak anak-anak ibu pertiwi.

Bersiap Mengantarkan Kebahagiaan Kurban ke Tepian Negeri' photo
Iduladha 1440 Hijriah, Global Qurban tiba dan mengantarkan daging kurban hingga ke Desa Buntang, Kecamatan Sambi Rampas, Nusa Tenggara Timur. (ACTNews/Gina Mardani)

ACTNews, MAHAKAM ULU, ATAMBUA, MANGGARAI TIMUR – Kabar dari saudara-saudara di tepian negeri menjadi magnet tersendiri bagi kaum urban di kota-kota besar. Misalnya saja pengembangan di wilayah pelosok hingga keunikan budaya warga lokalnya. Tak terkecuali kisah-kisah penuh bahagia ketika nikmat kurban turut dirasakan masyarakat pelosok.

Setiap tahunnya, Global Qurban - ACT menjadi saksi kebahagiaan ini. Misalnya saja ketika mendistribusikan daging kurban di Mahakam Ulu pada Agustus 2019 lalu. Butuh waktu hampir 24 jam untuk sampai Kabupaten Mahakam Hulu, Kalimantan Timur. Tim pun harus menempuh jalur darat dilanjutkan dengan jalur sungai untuk sampai di kabupaten perbatasan Republik Indonesia dan Malaysia ini.

Banjir melanda Kabupaten Mahakam Ulu sebulan sebelumnya. Kondisi fasilitas di Kabupaten Mahakam Ulu cukup minim, seperti tidak adanya listrik. Arifka mengatakan, untuk penerangan di malam hari, warga menggunakan dari genset untuk memproduksi listrik.

“Akses jalan sangat berat dan menyulitkan mobilitas warga serta pasokan bahan pangan dan logistik. Kondisi ini berakibat pada melambungnya harga-harga bahan pokok. Tak heran, di Mahakam Ulu banyak ditemukan produk Malaysia dengan harga yang lebih terjangkau,” terang Arifka Ananda dari Tim Global Qurban - ACT Kalimantan Timur.

Kondisi Mahakam Ulu malah semakin menguatkan semangat tim Global Qurban. Dua ekor sapi menjadi kurban yang ditunaikan untuk menyambung silaturahmi dengan masyarakat di sana. “Momen kurban ini juga sekaligus menjadi momen keakraban dan kebersamaan masyarakat setempat dan anggota TNI yang tergabung dalam Pamtas (Pengamanan Perbatasan) 303. Bahu membahu, warga dan personel Pamtas 303 melakukan proses penyembelihan hewan kurban dan pendistribusian hewan kurban,” terang Arifka.

Cerita kurban sampai juga di perbatasan timur, Desa Sukabitetek, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Desa ini merupakan salah satu permukiman tempat warga eks-Timor Timur (Timor Leste) bermukim. Hanya ada 27 kepala keluarga muslim di desa tersebut. Namun, di momen Iduladha, semua turut merasakan semarak kurban.

Di Atambua, ratusan kurban juga disembelih untuk masyarakat setempat. “Di sini kita masyarakat majemuk, Muslim memang minoritas karena masyarakat asli beragama Kristen. Tapi kehidupan toleransi beragama sangat bagus, terutama enam sampai tujuh tahun belakangan ini. Tidak ada gangguan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah. Bahkan kita juga bebas mengumandangkan azan dengan menggunakan pengeras suara,” ujar Jumardi, ustaz setempat.

Toleransi juga terasa di Desa Buntang, Kecamatan Sambi Rampas, Nusa Tenggara Timur. Rasa syukur pun disampaikan Abdul Rahim Naim, salah satu dai asal Jawa Timur yang sudah sepuluh tahun berdakwah di Desa Buntang, Kecamatan Sambi Rampas. Menurut Abdul, kurban dari Global Qurban menjadi salah satu media penghangat kekeluargaan warga Desa Buntang. “Alhamdulillah kehidupan muslim di sini baik dan rukun dengan umat-umat lain,” katanya.

Kerukunan antarumat terlihat dari penyembelihan hewan kurban yang dilakukan hari itu. Bukan hanya umat muslim, umat kristiani turut membantu pendistribusian hewan kurban. Kerukunan antarumat di Desa Buntang sangat tergambar dari rumah ibadah yang didirikan berdampingan.

Pada Iduladha 2020 mendatang, Global Qurban pun akan kembali menyapa saudara-saudara di tepian negeri. Silaturahmi kembali disambung, dengan berbagi kebahagiaan kurban dari para dermawan Indonesia. []


Bagikan