Bersyukur Mendapatkan Pangan di Tengah Kekeringan

Walau kekeringan melanda Lombok Tengah, kebahagiaan datang bagi santri di Pesantren Nurul Ilmu. Di awal November ini, mereka mendapatkan kiriman beras dari ACT untuk kebutuhan pangan mereka.

Bersyukur Mendapatkan Pangan di Tengah Kekeringan' photo
Santri Nurul Ilmi Lombok Tengah sedang memegang beras dari program BERISI ACT, Jumat (1/11). (ACTNews)

ACTNews, LOMBOK TENGAH – Udara pada Jumat (1/11) lalu terasa panas di sekitaran Pesantren Nurul Ilmi, Desa Ranggagata, Praya Barat Daya, Lombok Tengah. Selain terpapar udara panas, pesantren ini juga mengalami krisis air. Letaknya yang berada di atas perbukitan serta musim kemarau yang melanda membuat pasokan air berkurang.

Para santrinya tiap hari harus turun bukit menuju desa tentangga guna mendapatkan air. Tak hanya santri, para guru pun juga mendapatkan giliran untuk mengambil air guna keperluan pribadi dan pesantren.

Suasana sekitar pesantren sunyi karena cukup jauh dari perkampungan. Pesantren yang sudah berdiri sejak 8 tahun lalu ini sangat memanfaatkan lokasi pelosoknya untuk memaksimalkan belajar. Tahfiz Alquran serta kemampuan dua bahasa menjadi program unggulan Pesantren Nurul Ilmi.


Proses penurunan beras dari kendaraan yang dibawa ACT ke Pesantren Nurul Ilmi Lombok Tengah, Jumat (1/11). (ACTNews)

Taufiqurahman, salah satu tenaga pengajar mengatakan, santri di Pesantren Nurul Ilmi ini jumlahnya mencapai 147 santri. Sedangkan tenaga pengajarnya ada 32 orang. Para santri di sana merupakan anak dari keluarga prasejahtera di sekitaran pesantren dan Lombok Tengah. “Mereka diajarkan untuk menguasai dua bahasa asing serta tahfiz Al-Quran,” jelas Taufiq, Jumat (1/11).

Walau di tengah bencana kekeringan, para santri yang belajar di sana terlihat semangat menimba ilmu agama. Seperti pada Jumat di awal November lalu, saat tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Nusa Tenggara Barat menyambangi Pesantren Nurul Ilmi. Suara santri yang membaca Alquran terdengar menggema.


Foto bersama santri Nurul Ilmi Lombok Tengah, Jumat (1/11). (ACTNews)

ACT pada hari itu mengirimkan beras bagi para santri yang belajar di sana. Beras ini merupakan salah satu program pemenuhan pangan dari ACT, Beras untuk Santri Indonesia (BERISI). Sejak diluncurkan pada 22 Oktober lalu, program ini telah mengirimkan puluhan ton beras ke berbagai pesantren di Indonesia.

Kepala Cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian mengatakan, beras merupakan dukungan pangan dari ACT untuk santri yang bertahun-tahun menimba ilmu di pesantren. Kegiatan belajar mereka jangan sampai terkendala oleh kurangnya ketersediaan pangan. “Dengan adanya beras dari program BERISI, harapan kami para santri tak perlu lagi memikirkan akan makan apa saat menimba ilmu di pesantren,” ungkapnya.

Selain di Lombok Tengah, ACT juga mengirimkan beras ke Pesantren Al Ishlah Hidayatullah Tegal, Jawa Tengah, pada Kamis (31/10). Para santri yang belajar di sana pun sama, datang dari keluarga prasejahtera. Pendidikan mereka pun digratiskan oleh pesantren. []


Bagikan