Bertahan Hidup di Bawah Selimut Salju

Bantuan pangan dermawan sampai kepada para pengungsi Suriah di Idlib. Mereka adalah pengungsi yang masih bertahan hidup di tenda-tenda, sekalipun salju membekukan udara.

Bertahan Hidup di Bawah Selimut Salju' photo
Relawan Aksi Cepat Tanggap menyiapkan makanan siap santap untuk pengungsi Suriah di Idlib. (ACTNews)

ACTNews, IDLIB UTARA – Uap beraroma nasi berbumbu mengepul di dalam ruangan. Sejumlah relawan bergantian mengaduk nasi, sebagian lagi menyiapkan ayam, dan sebagian lagi menyiapkan wadah nasi. Dapur Indonesia di salah satu bangunan di Kota Idlib itu amat sibuk menyiapkan seribu porsi, Kamis (13/2).

Dapur Umum Indonesia untuk Suriah kembali digelar hingga Jumat (14/2). Makanan siap santap dua hari itu hadir atas kerja sama Bamuis dan Kitabisa

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response – Aksi Cepat Tanggap mengatakan, Dapur Umum Indonesia kali ini diperuntukkan untuk pengungsi internal Suriah di Idlib Utara. “Mereka mengungsi tanpa membawa harta benda. Para pengungsi itu mengandalkan bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup,” kata Firdaus.

Ratusan ribu warga sipil yang didominasi perempuan dan anak-anak tinggal dengan makanan terbatas di suhu dingin. Mereka harus keluar dari rumah karena serangan militer. Kamp-kamp di Idlib Utara sudah lima kali lipat dari kapasitas, dengan kekurangan makanan dan air. Tempat tersebut tidak dapat mengatasi pendatang baru lagi sebagaimana diberitakan The GuardianFebruari ini suhu di Idlib berkisar 5-13 derajat Celsius. Para pengungsi itu pun harus bertahan hidup di dalam tenda di tengah dinginnya salju.[]


Bagikan